Sekitar jam 16.00 WIB, rombongan buruh dari Bekasi melanjutkan aksi ke stadion Gelora Bung Karno sekaligus menyaksikan konser musik.
"Memang, beberapa hari sebelumnya dia ingin main musik juga bareng band-nya," kata Obon.
Sesampai di stadion, sebagian buruh dari Bekasi berpencar, termasuk Sebastian.
"Waktu itu kan massanya ribuan, jadi kita gak merhatiin juga," kata Obon.
Kejadian itu sekitar jam 17.00 WIB, ketika orang seisi stadion Gelora Bung Karno tengah menikmati aksi panggung musisi Ahmad Dhani dan Triad Band. Tiba-tiba ada yang jatuh dari atap stadion ke dekat panggung, lalu api berkobar.
Setelah menyadari yang jatuh adalah tubuh manusia, Ahmad Dhani langsung menghentikan aksi panggung.
"Waktu itu gak ada yang merhatiin. Jatuhnya di belakang panggung," kata Obon.
Setelah aparat datang ke lokasi kejadian dan dilakukan pemeriksaan, ternyata diketahui lelaki itu jatuh dari atap. Di atap ditemukan sejumlah barang yang kemudian diketahui milik lelaki tadi.
"Dia pakai kaos pabrik, tapi tidak begitu jelas karena telungkup. Di atap juga ada bendera FSPMI, tapi kan belum tahu FSPMI mana? terus ada tulisan Tirta Alam Segar, kan ada banyak orang, jadi belum tahu pasti," kata Obon.
Sampai akhirnya jam 22.00 WIB, identitas lelaki itu mulai ketahuan dari ponsel, tas, serta foto kopi KTP.
"Saya datang ke Polres Jakarta Pusat untuk pastikan. Karena kan kita gak mau gegabah, kita ajak istrinya (Sebastian) juga. Setelah dilihat, dari HP, tas, ternyata memang punya dia (Sebastian). Kemudian melihat jenazah di RS Kramatjati. Setelah pasti, jam 03.00 jenazah dibawa pulang," kata Obon.
Sekitar jam 09.00 WIB, jenazah Sebastian dimakamkan di tempat pemakaman umum Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Obon mengatakan pada waktu sampai di stadion, ia sama sekali tidak menyadari kalau Sebastian naik ke atap stadion paling atas. Seandainya tahu, Obon pasti akan setengah mati melarangnya.
"Kita sangat kehilangan. Dia kader terbaik. Semoga ini semakin menyadarkan dengan apa yang selama ini diperjuangkan dia, Keselamatan dan Kesehatan Kerja sangat penting. Soalnya, ini menyangkut orang, menyangkut nyawa orang," kata Obon.
Selamat jalan, Sebastian.
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan
-
Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya