Suara.com - Ombudsman Republik Indonesia mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait kompensasi kepada pedagang pascarevitalisasi Pasar Hayam Wuruk Indah dan pembantunan Tempat Pemakaman Umum, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Menanggapi peringatan Ombudsman, Basuki atau yang kerab disapa Ahok mengatakan berterima kasih karena telah memberi perhatian kepada pemerintah provinsi.
"Sudah sering peringatin saya kok (sama) Ombudsman," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (6/5/2015).
Ombudsman menilai pemerintah belum memenuhi semua kompensasi bagi pedagang Pasar Hayam Wuruk Indah. Pasar tersebut direvitalisasi ketika Jakarta masih dipimpin oleh Fauzi Bowo tahun 2010.
Ombudsman juga menyayangkan kepemimpinan Joko Widodo ketika masih menjadi Gubernur Jakarta karena tidak melaksanakan rekomendasi untuk membayar ganti rugi kepada masyarakat yang tanahnya dijadikan TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Sengketa lahan itu masih berlangsung sejak lama dan dilaporkan ke Ombudsman awal 2000.
"Terima kasihlah, namanya juga Ombudsman kan. Wajar kita diperingatin," kata Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?