Suara.com - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Hanura Fahmi Zulfikar bersama beberapa pimpinan dewan mendatangi kantor Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana (Lulung) yang berada di lantai 9 gedung wakil rakyat, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2015).
Usai dari ruangan Lulung, Fahmi yang sebelumnya beberapa kali diperiksa penyidik Bareskrim Polri sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi pengadaan alat uninterruptible power supply untuk sekolah-sekolah pada APBD Perubahan 2014 itu, tidak mau banyak bicara kepada wartawan.
"Saya ngobrol. Ya soal apa, soal istri, anak, soal macam-macam, masa saya mesti cerita sama kalian apa yang saya ceritain," kata Fahmi.
Politisi Partai Hanura ini mengaku tak terkait pengadaan UPS tahun 2004. Dia meminta wartawan menanyakannya kepada unit layanan pengadaan barang dan jasa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"UPS bukan urusan saya. Kau tanya aja tuh ULP kenapa mesti saya yang ditanya," kata Fahmi.
Fahmi semakin sewot. Dia meminta wartawan untuk menanyakan langsung kepada Bareskrim Polri yang telah memeriksanya beberapa waktu yang lalu.
"Mau tahu tanya Mabes Polri. Kenapa mesti kita yang diuber-uber. Uber dong sana (Bareskrim), tanya ULP kenapa dilelang," kata dia.
Sebagai informasi, siang tadi Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Gerindra Mohammad Taufik, Triwisaksana (PKS), Ferrial Sofyan (Demokrat), dan Ketua Fraksi PPP Maman Firmansyah juga menyambangi ruangan Lulung.
Seperti diketahui, dana pengadaan UPS dicurigai bocor lantaran harganya yang kelewat mahal. Dalam anggaran, satu unit UPS berharga Rp5,8 miliar, padahal, polisi menilai harga standarnya hanya Rp1,2 miliar.
Dalam kasus ini, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah menetapkan dua orang tersangka atas kasus korupsi pengadaan UPS, yakni Zaenal Soleman dan Alex Usman.
Keduanya dijerat pasal 2 dan atau 3 Undang-undang No. 31/1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambahkan dengan UU 20/2001 tentang Tipikor junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet
-
Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN