Suara.com - Banyak masyarakat yang menyerahkan Kakatua Jambul Kuning karena sudah sadar jika hewan ini dilindungi. Suasana tangis sering menghiasi pengembalian buruh lucu itu.
Pejabat Polisi Hutan BKSDA DKI Davis Purnawan bercerita harus bersabar saat menjemput kakatua dari pemiliknya. Sebab tak sedikit pemilik berat melepas hewan kesayangannya itu.
"Pas diserahkan, ada pemilik yang sampai menangis. Karena Ibu-ibu yang di Bambu Apus, meliharanya sudah lama, 41 tahun memelihara kakatuanya," kata Davis saat berbincang dengan suara.com di kantor BKSDA DKI, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (14/5/2015).
"Saya sampai tunggu 1 jam karena ibunya nangis pas nyerahin Kakatuanya ke kita. Nggak Ibu-ibu, nggak bapak-bapak semua sedih, tidak ada yang nggak sedih," tambah Davis.
Undang-undang tidak memperbolehkan setiap warga memelihara hewan yang dilindungi. Terlebih semenjak terbongkarnya kasus penyulundupan kakatua jambul kuning di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Banyak warga yang tergerak untuk menyerahkan hewan peliharaan tersebut kepada negara.
"Tapi mau bagaimana lagi, kan di undang-undang juga diatur bahwa kakaktua jambul kuning hewan yang dilindungi harus diselamatkan," kata dia.
"Itu dia mas, ada suka dukanya saat mengevakuasi kakaktua dari pemilik," sambung Davis.
Hal itu juga dialami Endah (41) dan Edi (43). Pasangan suami istri itu hari ini menyerahkan Kakaktua kesayanganya ke BKSDA DKI Jakarta.
Endah mengaku jika anaknya Qiandra yang masih berumur 4 tahun sempat menangis saat orangtuanya menyerahkan Kakaktua yang diberinama Ronald ke BKSDA DKI.
"Tadinya anak saya nangis, yang kecil. Tadi kan dirayu, kasian biar bisa ketemu sama temen-temannya. Kan pernah diajak ke kebun binatang, banyak kakatua jambul kuning sama kaya yang dipelihara di rumah," kata Endah.
Dia juga sengaja mengajak Qiandra dan kakak perempuannya untuk langsung menyerahkan si Ronald ke petugas Polhut BKSDA. "Makanya anak saya diajak biar tahu. Kan banyak juga yang udah diserahkan," kata Endah.
Saking sayangnya kepada Ronald, sang suami Edi sempat membujuk kakaktua kesayanganya itu masuk ke dalam kandang. Namun, kakatua jambul kuning itu masih ingin berada di pundak majikannya. Petugas pun sempat membantu Edi untuk memasukan Ronald ke kandang yang telah disiapkan.
"Ayo Ronald kamu masuk, nih banyak temen-temen kamu. Ayo masuk kandangnya, Ronald," suruh Edi.
Edi juga sempat meminta petugas untuk benar-benar merawat Ronald sebelum dilepaskan ke habitatnya.
"Ronald kamu hati-hati ya. Ini dilepas liarkan ke habitatnya kan pak? Jangan ditangkarkan di kebun binatang, saya kasihan. Titip ya pak si Ronald," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026
-
Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri
-
Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs
-
Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali
-
Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital
-
KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif
-
Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo
-
Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati
-
Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia