Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengutuk tindakan seorang bapak bernama Sadriansyah (42) di Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, yang tega memperkosa anaknya, bahkan empat anak kandung lainnya dibunuh.
"Kami sangat mengutuk kejadian ini dan mengecam kejadian seperti ini," kata Sekretaris Jenderal Komisi Perlindungan Anak Indonesia Erlinda kepada suara.com, Minggu (17/5/2015).
Perbuatan keji itu terbongkar setelah anak perempuan Sadriansyah yang berusia 15 tahun melapor ke polisi karena sudah tidak kuat dengan tindakan bejat ayahnya. Keempat anak kandung Sadriansyah dibunuh dalam rentang waktu 1997 sampai 2008. Anak yang dibunuh masing-masing bernama Santi Purwasih (1 bulan) kejadiannya tahun 1997, kemudian Saparudin (2 bulan) dibunuh tahun 1998, Lalu Marhat (3 bulan) dibunuh tahun 2001, dan Syahrul (4 bulan) dibunuh tahun 2008.
KPAI mendesak pemerintah menyikapi kasus kekerasan tersebut.
Erlinda mengatakan ibu dan anak Sadriansyah yang masih hidup harus segera mendapatkan pendampingan.
"Dan segera untuk mereka supaya mendapatkan pendampingan dari psikolog," kata dia.
Terutama kepada anak perempuan korban perkosaan Sadriansyah harus segera mendapatkan pendampingan medis dan rehabilitasi. Erlinda khawatir anak tersebut tertular penyakit Sadriansyah.
"Kita berdoa supaya tidak ada penyakit. Tapi paling tindakan untuk preventifnya kita lakukan pengecekan-pengecekan dan diberikan nutrisi yang bagus," kata Erlinda.
Erlinda setuju Sadriansyah dihukum seberat-beratnya.
"Untuk hukuman kita seberat-beratnya untuk efek jera yang sejera-jeranya kepada sang ayah," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata
-
PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa
-
Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang
-
Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap
-
Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping
-
Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat
-
Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi
-
Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni