Suara.com - Dua puluh dua personel militer di Pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat di Korea Selatan harus menjalani perawatan medis setelah diduga terpapar sampel bakteri anthrax hidup, demikian diungkap militer AS, hari Kamis (28/5/2015).
Divisi Tempur Angkatan Udara AS ke-51 di Osan, Korea Selatan mengatakan, bakteri-bakteri anthrax itu dimusnahkan, hari Rabu (27/5/2015). Pemusnahan dilakukan ketika sebuah sampel yang semula diduga sudah tidak aktif dan rencananya digunakan untuk latihan, ternyata diduga masih hidup.
Tidak satupun dari personel yang diduga terpapar menunjukkan tanda-tanda sakit. Namun, mereka tetap menjalani langkah pencegahan, termasuk pemeriksaan, terapi antibiotik dan vaksinasi.
Militer Amerika Serikat (AS) secara tidak sengaja mengirim bakteri anthrax hidup ke laboratorium-laboratorium di sembilan negara bagian di AS dan sebuah pangkalan militer AS di Korea Selatan. Ini disebabkan kegagalan militer AS menonaktifkan bakteri-bakteri tersebut tahun lalu, demikian disampaikan pejabat AS, hari Rabu (27/5/2015).
Bakteri Anthrax yang semula dikirim dari sebuah laboratorium militer di Utah, sedianya dikirimkan dalam kondisi tidak aktif. Pengiriman bakteri anthrax dilakukan sebagai bagian dari program uji coba untuk mengidentifikasi ancaman biologis. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Korupsinya Pengaruhi Kualitas Pendidikan, Jadi Alasan Eks Direktur SD Divonis 4 Tahun Penjara
-
Korupsi Chromebook, Ini Alasan Hakim Ringankan Vonis Sri Wahyuningsih
-
Update Kebakaran Apartemen Mediterania: Pemadaman Tuntas, Tim Damkar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
-
Jelang Hari Buruh, Jukir Liar dan PKL di Monas Jadi Target Penertiban
-
Wajib Tahu! 8 Hak Pekerja Perempuan yang Dijamin UU tapi Sering Diabaikan Perusahaan
-
Korupsi Chromebook, Eks Direktur SD Kemendikbudristek Divonis 4 Tahun Penjara
-
Korlantas Soroti Disiplin Pengendara, Lampu Kuning Justru Dianggap Tanda Ngebut?
-
Jelang Hari Buruh, Ketimpangan Upah dan Rentannya Pekerja Informal Disorot
-
Korea Utara Dilanda Kekeringan Parah, Kim Jong-un Malah Ambil Keputusan Ekstrem
-
Kelakuan Donald Trump Ubah Selat Hormuz Jadi Selat Trump, Harga Minyak Dunia Meledak