Suara.com - Senada dengan hakim Haswandi, Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso mengatakan penyelidik dan penyidik yang diangkat sendiri oleh KPK tidak sah. Hal tersebut berpatokan pada Kitab Undang-undang Hukum Acara Perdana yang mengatakan penyelidik dan penyidik harus berasal dari Polri.
Menanggapi pernyataan tersebut, Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji mengatakan pada awalnya memang seperti itu, namun dalam perkembangan KPK bisa mengangkat penyelidik dan penyidik sendiri.
"Memang UU KPK amanahnya penyidik dari Polri, tapi perkembangan yurisprudensi tegas dan jelas penyidik diangkat oleh pimpinan komisi," kata Indriyanto, Kamis (28/5/2015).
Menurutnya pengakuan terhadap penyelidik dan penyidik independen sudah tercermin dari ratusan kasus yang sudah diputuskan pengadilan.
"Sudah ratusan kasus korupsi yang ditangani KPK dan sudah berkekuatan tetap, mengakui keabsahan penyidik meliputi penyidik non Polri," kata Indriyanto.
Seperti diketahui, keabsahan penyelidik dan penyidik yang diangkat oleh pimpinan KPK tidak diakui setelah hakim Haswandi memutuskan memenangkan mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2015). Padahal sudah ada ratusan kasus yang sudah berkekuatan hukum tetap sudah terjadi berkat kinerja dari penyelidik dan penyidik dari KPK.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung
-
Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas