Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membongkar Terminal Bus Rawamangun, Jakarta Timur. Terminal itu dianggap kurang memadai dan tidak dapat digunakan.
"Karena setelah dibangun, ternyata gedung yang baru itu masih kurang memadai, tidak bisa digunakan untuk bus-bus berukuran besar, sehingga akan dirobohkan," kata Kepala Bagian Pelayanan Hukum Biro Hukum DKI Solafide Sihite di Jakarta, Sabtu (30/5/2015).
Setelah dirobohkan, menurut dia, nantinya akan didirikan kembali bangunan terminal yang baru di lokasi tersebut. Akan tetapi, pembongkaran gedung terminal itu sendiri masih harus menunggu proses lelang.
"Pembongkaran bangunan terminal yang sekarang baru bisa dilakukan setelah melalui proses lelang. Setelah lelang dan proses-proses lainnya selesai dilakukan, baru kemudian bangunan itu dibongkar dan dibangun gedung yang baru," ujar Solafide.
Lebih lanjut, dia menuturkan proses lelang tersebut tidak dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI, melainkan oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta.
"Jadi, bukan Dishubtrans yang melakukan lelang, tapi BPKAD DKI. Yang pasti, sebelum dilelang harus dilihat lagi nilai ekonomisnya. Kita berharap seluruh proses ini bisa berjalan secepat mungkin, sesuai keinginan Pak Gubernur DKI (Basuki Tjahaja Purnama)," tutur Solafide.
Selain proses lelang, dia mengungkapkan pihaknya juga harus menunggu pelimpahan berkas dari Dishubtrans DKI terkait pembongkaran terminal tersebut. Kemudian, membuat perbandingan terhadap harga satuan untuk bangunan terminal.
"Pak Gubernur minta agar dibuatkan perbandingan mengenai harga satuan, sehingga dapat diketahui ongkos pembangunan gedung terminal yang baru terbilang murah atau mahal. Jadi, harganya tidak dibuat berdasarkan perkiraan," ungkap Solafide. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK