Suara.com - Mantan Deputi Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Swaray Goeltom menjalani ibadah di Gereja GPIB Paulus Menteng, Jakarta Pusat, setelah bebas dari Lembaga Permasyarakatan Wanita Tangerang, Selasa (2/6/2015).
Ibadah, kata Miranda, sebagai bentuk bentuk syukur karena terbebas atas kasus yang pernah menimpanya yakni suap terhadap anggota Komisi IX DPR RI terkait pemilihan jabatan Deputi Gubernur BI.
"Ibadah ini diselenggarakan atas inisiatif saudara dan teman-teman saya dan juga pengurus gereja karena memang saya juga tidak ingin ada apa-apa tadinya. Tapi ibadah syukur adalah sesuatu pengucapan syukur kepada yang maha kuasa. Yang telah menolong dan menjaga saya selama ini," kata Miranda kepada wartawan, Selasa (2/6/2015).
Miranda mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan banyak pelajaran selama tiga tahun mendekam dalam bui. Bahkan dia berencana untuk menulis sebuah buku.
"Kita jadi sabar, ktia jadi manusia baru, kita diremukkan tetapi kita tetap tegar dan selamat," kata dia.
Usai menjalani Ibadah, Miranda bersama keluarga dan kerabatnya akan menuju di tempat tinggalnya di Jalan Sriwijaya Raya No 14, Jakarta Selatan.
"Saya terima kasih untuk semuanya semoga Tuhan memberi saya tetap kekuatan. Saya boleh jalani kehidupan saya lagi dengan sukacita. Saya juga bisa kerja lagi memanfaatkan karunia yang tuhan berikan kepada saya. Saya juga mendoakan kalian ya. Terima kasih ya," katanya
Miranda dinyatakan bersalah karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan pertama pasal 5 ayat 1 huruf b juncto pasal 55 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Ia terbukti memberikan suap berupa 450 cek pelawat Bank Internasional Indonesia yang nilainya total Rp24 miliar kepada sejumlah anggota Komisi IX DPR. Pegawai Nunun Nurbaeti, Arie Malangjudo, memberikan
cek-cek pelawat itu ke fraksi-fraksi lewat perwakilannya.
Cek untuk fraksi TNI/Polri yang nilainya Rp2 miliar diberikan melalui anggota DPR Udju Djuhaerie, fraksi Partai Persatuan Pembangunan mendapat Rp1,25 miliar, fraksi Partai Golkar melalui Hamka Yandhu mendapat Rp7,8 miliar dan fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan melalui Dhudie Makmun Murod mendapat Rp9,8 miliar pada Juni 2004.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?