Suara.com - Keinginan Yvonne Caroline Megawe dan Christina Telly Megawe menemui ibunya, Margriet Christina Megawe (Margaret), yang kini ditahan di Polda Bali dalam kasus penelantaran anak angkat, Angeline (8), tak bisa dipenuhi polisi.
Menanggapi hal itu, salah satu pengacara Margaret, Dion Pongkor, menyebut Polda Bali melanggar hak asasi manusia.
"Jelas ini ada pelanggaran HAM terhadap klien kami. Kenapa anak-anaknya tidak diizinkan bertemu dengan ibunya,"kata Dion di Polda Bali, Denpasar, Jumat (19/6/2015).
Dion kemudian mengungkit sikap keluarga Margaret yang menurutnya selama ini sudah kooperatif dengan penyidik.
"Kami sudah berusaha kooperarif, agar perkara ini terungkap. Dengan harapan kami juga bisa bertemu dengan klien kami, dan kedua anaknya ini bisa bertemu untuk memeluk ibunya dengan jam yang sudah diatur," katanya.
Dion mengatakan sebelum datang ke Polda Bali, pihaknya sudah meminta izin Direktur Reserse Umum Polda Bali Komisaris Besar Bambang Yogiswara.
"Alasannya ditolaknya ini, karena direktur sedang rapat. Mereka ini mau bertemu dengan ibunya bukan bertemu dengan Direskrimum. Itu alasan yang tidak tepat, maka dari itu kami nilai ini jelas melanggar hak asasi manusia," kata Dion.
Dion mengatakan meskipun Margaret menjadi tersangka, dia masih berhak dikunjungi keluarga.
Margaret mulai menjadi tersangka dan ditahan sejak Minggu (14/6/2015) dini hari. Dia ditangkap polisi di salah satu villa yang ada di Canggu, Kuta, Badung, Bali.
Angeline diadopsi Margaret sejak umur tiga hari pada 2007. Sejak itu, Angeline belum pernah bertemu orangtua kandung, Hamidah dan Rosidik.
Dalam kasus Angeline, polisi sudah menetapkan dua orang tersangka. Pertama, Agus, orang yang pernah menjadi pembantu rumah Angeline, ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan. Kedua, Margaret, jadi tersangka kasus penelantaran anak.
Bocah kelas 2-B di SDN 12 Kesiman, Sanur, Denpasar, sebelumnya dilaporkan orangtua angkatnya hilang pada Sabtu (16/5/2015).
Tapi ternyata, jasad Angeline ditemukan dalam kondisi terkubur di halaman belakang rumah Margaret, dekat kandang ayam, Rabu (10/6/2015).
Jenazah Angeline ditemukan dalam keadaan tertelungkup memeluk boneka barbie dan dibungkus kain sprei putih.
Dari hasil autopsi RS Sanglah, di lehernya ditemukan bekas jeratan dan banyak sekali tanda kekerasan akibat benda tumpul, bahkan sundutan rokok di tubuh bocah tersebut. Ia juga menjadi korban perbuatan asusila yang dilakukan Agus. Kekerasan yang diterima Angeline diduga sudah berlangsung lama.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah