Suara.com - Yvonne Caroline Megawe, kakak angkat bocah korban pembunuhan Engeline Margriet Megawe (Angeline) batal diambil darahnya oleh petugas di Mapolresta Denpasar.
"Ya kemarin Yvonne batal diambil sampel darahnya, pihak Polresta menelpon kita bahwa mengambilan darah itu tidak jadi pada pukul 15.00 Wita," jelas pengacara Magriet Christina Megawe (Margaret) saat dihubungi via telepon, Denpasar, Rabu pagi (24/6/2015).
Dion menjelaskan, jika pemeriksaan pengambilan darah baru akan diambil pada besok, Kamis (25/6/2015). Dion mengaku tidak mengetahui kenapa pengambilan sampel darah itu diundur.
"Saya kurang tahu kenapa batal, ketika mereka pihak kepolisian meminta klien kami datang, kita akan datang. Pemeriksaan akan dilakukan pada Kamis besok, "jelasnya.
Pengacara yang pernah menangani kasus Raffi Ahmad ini juga belum mengetahui persis jadwal pemeriksaan ambil sampel darah tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, jika pengambilan sampel darah tersebut akan dicocokkan dengan bercak darah yang ada ditempat kejadian perkara, di rumah Margaret.
Sementara itu pihak Polresta Denpasar hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi, terkait pembatal tes darah putri pertama Margaret. (Luh Wayanti)
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme
-
Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang
-
Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi
-
Polda Metro Hormati Putusan Praperadilan Andrie Yunus, Tegaskan Tak Hentikan Penyidikan Diam-diam
-
PDIP Sebut Persahabatan Prabowo dan Megawati Kokoh, Bukan Sekadar Pertemanan 'Nasi Goreng'
-
Serangan Siber Pentagon, Propaganda Pro-Iran Susup VIP Militer AS Lewat Instagram
-
Mendiktisaintek Klarifikasi Isu Penutupan Jurusan Kuliah yang Tak Sesuai Kebutuhan Industri
-
Lebanon Bongkar Kebohongan Israel di PBB: Klaim Bela Diri, tapi Serang RS hingga Situs Warisan Dunia
-
RUU Polri Dikhawatirkan Bikin Karier Mandek dan Regenerasi Tersumbat
-
Ditjen Imigrasi Dorong Penguatan Wewenang melalui Revisi UU TPPO