Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise menyatakan penetapan Margriet Christina Megawe alias Margaret sebagai tersangka pembunuhan anak angkatnya yang masih berumur delapan tahun, Angeline, sesuai dengan firasatnya.
"Penetapan tersangka Margaret itu sesuai dengan firasat saya, saya sudah katakan itu konspirasi," kata Yohana usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wapres, Jakarta, Selasa (30/6/2015).
Yohana mengatakan siapa pun ibu harus bertanggungjawab melindungi anaknya.
"Saya lihat rumahnya begitu tidak pantas untuk anak-anak tempati. Ke sekolah, dikatakan Angeline ini anak yang tidak diperhatikan dan bau, badannya semakin kurus. Kalau ibu sayang pada anaknya harus memperhatikan anaknya," kata Yohana.
Menurut dia dari kasus ini menunjukkan tidak ada tanggungjawab dari ibu kepada anak.
Yohana mengharapkan pembunuh Angeline dihukum seberat-beratnya.
Menurut dia anak adalah aset bangsa yang harus dijaga dan akan menggantikan generasi tua untuk memimpin bangsa sehingga negara akan rugi jika kehilangan satu anak.
"Jadi (pelakunya) harus dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya," tambah Yohana.
Polisi akhirnya menetapkan Margaret sebagai tersangka pembunuhan anak angkatnya berdasarkan tiga bukti.
Sebelumnya dia hanya ditetapkan sebagai tersangka penelantaran anak.
Berarti sekarang polisi sudah menetapkan dua tersangka pelaku pembunuhan Angeline, yakni Margaret dan Agusinus alias Agus, orang yang pernah menjadi pembantu di rumah Margaret. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Poda Bali Minta Tersangka Pembunuh Angeline Kooperatif
-
Kapolri Pastikan Tak Ada Intervensi soal Tersangka Margaret
-
Reaksi Ortu Kandung Angeline Dengar Margaret Jadi TSK Pembunuh
-
Setelah Margaret, Siapa Lagi Jadi Tersangka Pembunuh Angeline?
-
Margaret Tolak Diperiksa Sebagai Tersangka Pembunuh Angeline
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran
-
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UBL Memanas, Dosen Terduga Pelaku Laporkan Balik Mahasiswi
-
Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?
-
RUU Pemilu Jadi Tarik Ulur: Demokrat Nilai Tak Perlu Buru-Buru, Golkar Minta Segera Dibahas
-
Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan
-
Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina
-
DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim
-
Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor
-
Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi
-
Bukti Awal Sudah di Kantong! Polda Metro Jaya Siap Usut Skandal Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI