Suara.com - Mantan Walikota Makssar, Ilham Arif Sirajuddin, kembali tidak memenuhi panggilan penyidik KPK untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi instalasi pengolahan PDAM di Makassar tahun 2006-2012. Menanggapi ketidakhadiran Ilham karena sedang umrah, Wakil Ketua KPK Zulkarnain meminta politisi Demokrat tersebut untuk bisa memenuhi panggilan KPK.
"Mudah-mudahan ada kesadaran semua pihak. Artinya, tidak bermanuver dengan hal-hal yang tidak perlu, karena pokok perkara supaya cepat diperiksa secara terbuka," kata Zulkarnain, saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2015).
Diketahui, sejak dipanggil dua kali oleh KPK, Ilham tidak pernah memenuhinya. Karena itu, Zulkarnain berharap agar ada itikad baik untuk cepat menyelesaikan masalah tersebut.
"Jadi kalau dia beritikad baik untuk menyelesaikan pokok perkaranya, dia akan memenuhi panggilan KPK secepatnya. Karena selama ini belum diperiksa, benar atau tidak, dengan argumentasi dan bukti yang ada. Kita berusaha secepatnya," jelasnya.
Zulkarnain pun menegaskan bahwa apabila terhadap panggilan berikutnya tidak memenuhi lagi, pihaknya bisa saja melakukan langkah-langkah baru berupa pemanggilan paksa.
"Kalau tidak (hadir lagi), akan mempertimbangkan langkah-langkah apa untuk orang seperti itu. Semua kemungkinan bisa terjadi. Kita pertimbangkan langkah-langkah yang tepat dari setiap langkah orang yang kita proses itu. Kita ini bekerja atas nama negara. Seharusnya semua pihak mendukungnya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian