Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melobi Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membangun rusun di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Ahok meminta tanah di sana untuk membangunnya.
Lobi itu disampaikan Ahok saat rapat dengan JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara No. 15 Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2015) siang.
"Kita mau minta tanah di Kemayoran," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/6/2015).
Ahok mengatakan tanah di Kemayoran itu merupakan tanah milik Sekretariat Negara (Setneg). Ahok mengklaim JK sudah bersedia ingin membangun rusun sebanyak mungkin.
Hal itu bertujuan agar pemprov DKI dapat memindahkan warga Jakarta yang bertempat tinggal di pemukiman kumuh ke tempat yang lebih baik. Sebelumnya, JK dan Ahok sudah meninjau pemukiman kumuh di Tanjung Priok dan Kemayoran, Jakarta, pada Kamis (18/6/2015) lalu. Tinjauan dilakukan di atas udara menggunakan helikopter dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
"Jadi intinya wapres itu dan kita mau bangun rusun. Sebanyak mungkin rusun, suapaya kawasan kumuh kita bisa dorong (bongkar dan dipindahkan ke rusun)," jelas Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi