Suara.com - Para tukang ojek mengakui pendapatan mereka meningkat tajam setelah bergabung dengan Gojek. Mereka juga menyadari tingginya minat masyarakat menyewa Gojek tidak disukai oleh tukang ojek yang mangkal.
"Ya lumayanlah, dengan adanya Gojek saya jadi punya penghasilan lebih daripada di rumah," kata driver Gojek perempuan bernama Sumarni kepada Suara.com di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Rabu (8/7/2015).
Gojek merupakan jasa layanan transportasi yang menggunakan armada ojek sepeda motor berbasis aplikasi mobile.
Sumarni mengaku mengaku tidak takut dengan risiko menjadi driver Gojek, misalnya begal atau pelecehan seksual di jalan raya.
"Namanya sudah risiko, ya kita terima saja. Tapi yakin ajalah, Bismillah saja sebelum aktifitas, Insya Allah nggak ada apa-apa," katanya.
Driver Gojek bernama Syarifah juga mengaku tidak takut dengan risiko bergabung dengan Gojek tidak disukai tukang ojek mangkal.
"Nggak takut ya, soalnya banyak teman Gojek juga kalau di jalan. Kalau ada apa-apa ya tinggal kabarin aja pengemudi Gojek terdekat," ujar Syarifah.
Ia menyarankan kepada pengemudi Gojek perempuan jangan menerima sewaan pada malam hari. Pasalnya, waktu malam merupakan waktu yang rawan kriminalitas.
"Kalau udah malem ya nggak diambil job-nya. Paling malam saya ambil penumpang jam 19.00 WIB, kalau habis jam itu ya saya tolak. Takut soalnya," ujar Syarifah.
Humas PT. Gojek Indonesia, Aji, mengatakan jumlah driver Gojek sampai hari ini, sekitar 12 ribu orang. Ia mengatakan warga yang bergabung dengan Gojek terus bertambah. Setiap hari, bertambah sekitar 200 orang.
"Ada sekitar enam ribu orang lebih yang ada di Jabodetabek, dan sisanya tersebar di kota besar lainnya, seperti Bali," kata Aji.
Terkait dengan penolakan Gojek oleh sebagian tukang ojek yang mangkal di Jakarta, Aji mengatakan reaksi mereka masih dalam batas yang wajar.
"Kalau hanya penolakan sih masih kami anggap wajar. Kecuali kalau sudah sampai ke perusakan, itu baru kami tindak," kata Aji.
Aji menambahkan meski ditolak, Gojek terus tumbuh, buktinya setiap hari tukang ojek yang biasanya mangkal, ikut mendaftar menjadi driver Gojek.
"Kalau dibilang Gojek nyerobot ya nggak, soalnya kan Gojek nggak mangkal di sana," ujar Aji.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel
-
PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel
-
PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon
-
Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
-
BNI Perkuat Literasi Keamanan Digital Nasabah BNIdirect untuk Waspadai Kejahatan Siber
-
Gencatan Senjata Lebanon - Israel Berlaku, Donald Trump Serukan Penghentian Pembunuhan
-
BPBD DKI: Banjir Jakarta Pagi Ini Rendam 21 RT di Jaksel dan Jaktim, Ketinggian Air Hingga 80 Cm
-
Jadi Tersangka, Harta Rp 4,1 Miliar Ketua Ombudsman Terungkap di Tengah Penyelidikan Kejagung
-
Modus Toko Kosmetik Terbongkar, Penjual Obat Keras Ilegal di Tamansari Ditangkap Polisi
-
Kata-kata PBB soal Gencatan Senjata Lebanon - Israel, Menghentikan Penderitaan Rakyat di Jalur Biru