Suara.com - Pengemudi kendaraan roda empat dan bus diharapkan berhati-hati dan tidak melebihi batas kecepatan saat melewati Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).
"Kalau para sopir belum pernah melintas di jalur tol Cipali itu juga rawan. Karena jalannya begitu mulus, dan cenderung memacu kendaraan lebih dari batas kecepatan maksimal. Itu sangat berbahaya," ujar Kepala Sub Direktorat Pendidikan dan Rekayasa Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ipung Purnomo di Jakarta, Senin (13/7/2015).
Ipung mengemukakan hal tersebut usai memberikan arahan kepada para pengemudi bus dalam acara Rejeki Mudik BNI 2015 di kawasan Parkir Timur Senayan.
Ia menyarankan pengemudi yang hendak melintas di tol Cipali tidak memacu kendaraannya lebih dari 100 km/jam mengingat setiap pemudik yang akan pulang ke kampung halamannya di Jawa Tengah atau Jawa Timur pasti akan menggunakan tol tersebut.
Menurut dia, keberadaan tol Cipali akan sangat membantu para pengemudi ataupun pemudik agar bisa lekas sampai ke tujuan masing-masing.
"Kalau dulu sebelum ada tol Cipali, belum sampai Cikampek saja sudah terjadi kepadatan yang berjam-jam sehingga pengemudi cepat lelah. Penumpang pun juga gelisah dan jadi tidak sabaran," katanya.
Namun dengan adanya tol Cipali, kepadatan kendaraan selama arus mudik dan balik bisa berkurang cukup signifikan.
"Minimal dari sini sampai Cirebon atau Pejagan (perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah) sudah bisa tertolong. Mungkin nanti ketika keluar tol akan terjadi kepadatan tapi sudah kita antisipasi kok," tutur Ipung.
Ia pun mengimbau para penumpang bus agar tidak segan mengingatkan supir yang terlihat mulai mengantuk, lelah, atau menyetir di luar batas kecepatan.
"Penumpang wajib hukumnya mengingatkan sopir. Kalau sopirnya sudah mulai kelihatan mengantuk, lelah, atau membahayakan maka penumpang wajib mengingatkan agar supir tersebut bisa digantikan dengan sopir cadangan," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump
-
Gempa Hokkaido Magnitudo 6,2 Picu Risiko Tanah Longsor
-
3 Demo Bakal Kepung Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Imbau Warga Hindari Sejumlah Titik
-
Lokasi Penembakan di Acara Trump Sama dengan TKP Percobaan Pembunuhan Reagan
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan