Suara.com - Beroperasinya jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) berdampak terhadap pedagang warung makanan dan toko oleh-oleh di pinggir jalan arteri Cikampek arah Cirebon. Pasalnya, banyak kendaraan pemudik tujuan Jawa Barat dan Jawa Tengah yang tidak keluar melalui pintu tol Cikampek, namun langsung masuk jalur tol Cikopo.
Hal ini membuat omset penjualan pedagang makanan dan oleh-oleh di warung-warung pinggir jalan yang berjajar di kawasan ujung tol Cikampek menurun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu pemilik toko oleh-oleh di pinggir jalan Cikampek, Hendi (52) mengaku, sejak tol Cipali dibuka warungnya jadi lengang. Biasanya setiap tahun menjelang arus mudik hingga lebaran warungnya selalu ramai dari para pemudik yang mampir belanja makanan.
"Sekarang warung sepi sejak tol Cipali dibuka, karena pembeli jelang lebaran ini adalah pemudik," ujar Hendi kepada Suara.com.
Hendi mengaku, kepadatan kendaraan pemudik di kawasan Cikampek selama ini menjadi berkah bagi dia dan pedagang lainnya. Keramaian pemudik diakuinya benar-benar membantu meningkatkan kesejahteraan hidupnya yang dahulu hanya pedagang asongan. Kini, kini ia bisa memiliki toko oleh-oleh di pinggir jalan raya Cikampek arah Cirebon.
"Dulu saya pedagang asongan di gerbang tol Cikampek, sekarang sudah 10 tahun saya jualan di warung ini," tuturnya.
Hal senada juga diutarakan oleh Aminah (42), pedagang oleh-oleh makanan di pinggir jalan Cikampek. Dia mengaku penghasilannya menurun drastis sejak tol Cipali beroperasi. Warungnya sepi dari pemudik yang melintas.
"Dulu hari biasa omset sehari Rp2 juta, kalau saat arus mudik jelang lebaran bisa mencapai lima kali lipatnya Rp10 juta-an, tapi sekarang sepi," ungkap Aminah.
Kendati demikian, ia berharap warungnya tetap ramai pembeli, khususnya saat arus mudik seperti sekarang.
Berita Terkait
-
Jelang Idul Adha, Stasiun Pasar Senen Dipadati Penumpang Kereta Jarak Jauh
-
DPR Apresiasi Penyelenggaraan Mudik 2026 yang Lebih Baik dari Tahun Sebelumnya
-
Skema One Way Berakhir, Ruas Tol Cipali Kembali Beroperasi Normal
-
Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF
-
Respons Isu di Media Sosial, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Penggunaan Kendaraan Dinas Sesuai Aturan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim