Suara.com - Sejumlah pekerja PT. Mandom Indonesia, kawasan industri MM 2011, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang mengalami luka kategori berat, saat ini ditempatkan di ruangan khusus agar tidak terjangkit infeksi.
"Korban yang masih dirawat ini, ada di ICU. Penanganan korban kebakaran ini, lain dengan penanganan sakit biasa. Jadi dibuat ruangan steril, atau diisolasi sehingga tidak menambah luka dari korban," kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/7/2015).
Kebakaran di PT. Mandom Indonesia terjadi pada Jumat (10/7/2015) pagi. Kebakaran ini menewaskan enam orang pekerja pabrik dan lebih dari 50 orang lainnya luka bakar. Lima korban yang meninggal mengalami luka bakar 100 persen sehingga sampai hari ini masih sulit dikenali keluarga.
Musyafak mengungkapkan korban yang dirawat di ruangan khusus mengalami luka bakar di bagian wajah dan leher.
"Ini cukup berat sehingga bisa menyebabkan saluran pernafasan dan mengganggu saluran pernafasan. Begitu juga yang terjadi luka bakar di paru-paru," katanya.
Jumlah pekerja PT. Mandom Indonesia yang masih dirawat sampai hari ini berjumlah 52 orang. Mereka tersebar di 10 rumah sakit di Bekasi dan Jakarta.
"Dirawat di 10 Rumah Sakit, Lima RS di Bekasi, dan lima RS di Jakarta," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
Terkini
-
Pria 55 Tahun di Pasar Minggu Diduga Lecehkan Anak, Polisi Evakuasi dari Amukan Warga
-
Pengamat: Dasco Temani Prabowo saat Umumkan Kabinet Jadi Simbol Partisipasi Rakyat
-
Skandal Narkoba Polres Bima: Kasatresnarkoba AKP Malaungi Diperiksa Terkait Jaringan Bripka Karol
-
Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Kekerasan Fisik pada YBR di Ngada, Dugaan Kekerasan Psikis Didalami
-
Dikendalikan Napi Cipinang, Bareskrim Tangkap Aloy Terkait Peredaran Vape Etomidate
-
Menteri PPPA Akui Kelalaian Negara, Kasus Siswa SD NTT Bukti Perlindungan Anak Belum Sempurna!
-
FPIR Desak Menhan Fokus Pada Ancaman Nyata Kedaulatan Negara: Jangan Terseret Isu di Luar Tugas
-
Pemprov DKI Siapkan 20 Armada Transjabodetabek Blok M-Badara Soetta, Tarif Mulai dari Rp2.000
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Lebat dan Angin Kencang Jabodetabek, Cek Rinciannya di Sini
-
Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT Diduga Sempat Dimintai Uang Sekolah, Komisi X DPR: Pelanggaran Hukum