Suara.com - Setelah mangkir pada panggilan perdana KPK, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho menyatakan akan memenuhi panggilan pekan depan. Politisi PKS ini akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus dugaan suap terhadap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, Sumatera Utara.
"Dijadwalkan kemarin diperiksa, namun yang bersangkutan tidak hadir. Tanggal 22 jadwalnya pemeriksaan lagi," kata pelaksana tugas pimpinan KPK Johan Budi dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2015).
KPK berharap Gatot bersikap kooperatif.
"Mungkin dengan pemberitahuan ini sebagaimana beliau warga negara yang baik dan patuh terhadap hukum, datang lah," kata Johan.
Ini terkait kasus KPK menangkap lima orang dalam operasi tangkap tangan di kantor PTUN Medan, Kamis (9/7/2015). Kelima orang itu yakni Ketua PTUN Tripeni Irianto Putro, dua hakim anggota PTUN Dermawan Ginting dan Amir Fauzi, panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan, serta pengacara anak buah OC Kaligis bernama M. Yagari Bhastara Guntur alias Gerry.
Dalam OTT, petugas menyita uang 15 ribu dolar AS dan 5.000 dolar Singapura. Diduga, Gerry telah menyuap tiga majelis hakim dan panitera PTUN Medan sebanyak tiga kali. Suap diberikan untuk memenangkan perkara klien Gerry di PTUN yaitu Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumatera Utara Ahmad Fuad Lubis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap lima tersangka dan pendalaman dugaan awal uang yang diberikan Gerry kepada hakim PTUN, KPK kemudian menetapkan OC Kaligis menjadi tersangka. KPK menduga Kaligis dan Gatot mengetahui.
Saat ini, KPK sudah menetapkan OC Kaligis sebagai tersangka, sementara Gatot baru dipanggil KPK untuk diperiksa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon