Suara.com - Ketua panitia seleksi calon pimpinan KPK Destry Damayanti mengatakan teknis pembagian grup para kandidat dilakukan secara acak. Tujuannya supaya tidak terjadi kecemburuan antar calon pimpinan KPK.
"Pembagian grupnya random, jadi nggak ada spesifik tertentu," kata Destry kepada wartawan di Pusat Pendidikan dan Latihan Kementerian Kesehatan, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (28/7/2015).
Dalam proses pembagian grup, para psikolog dilibatkan agar dalam satu tim dapat ditemukan tim yang proporsional.
"Itu yang bagi bukan kami tapi dari psikolognya dan mereka sudah mempunyai sistem. Jadi ada orang profesionalnya, ada orang hukumnya di situ, ada orang dari lembaga, kemudian juga ada dosennya," tambahnya.
Destry mengungkapkan karena kandidat berasal dari beragam profesi, proses pembagian kelompok diskusi menjadi sangat menarik. Satu grup terdiri dari orang-orang berlatarbelakang beda-beda.
"Tadi saya lihat komposisinya menarik, menurut saya komposisinya bisa representatif. Ada dari pihak KPK nya, ada dari profesionalnya, ada dari polisinya dan ada dari jaksanya," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional
-
1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam
-
Feng Shui Rumah Menghadap ke Arah Selatan, Bawa Hoki dan Bikin Karier Melejit
-
Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?
-
8 Cara Menghapus File Sampah dan Cache Tersembunyi di HP Android agar Penyimpanan Lega