Suara.com - Taliban mengutuk aksi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang membunuh tahanan asal Afghanistan dengan cara keji, yakni dengan meledakkan tubuh tahanan menggunakan bom.
ISIS mempertontonkan cara terbaru mengeksekusi 10 tahanannya itu, dalam kondisi mata tertutup dan tangan terikat, di sebuah video yang disebarkan melalui media sosial.
Aksi ini juga dianggap sebagai tantangan buat Taliban, dimana ISIS berani membuka persaingan di daerah kandang Taliban.
Lokasi eksekusi itu sendiri diyakini dilakukan di wilayah timur Afghanistan dengan latar belakang rumput yang diselimuti kabut..
ISIS juga menyebut tahanannya sebagai murtad seperti halnya Taliban dan Pemerintah Afghanistan.
Sedangkan Taliban, selain mengecam, juga menuding kalau aksi ISIS yang berkedok Islam tidak bisa ditolerir lagi.
Aksi eksekusi ini semakin membuat panas perseteruan dua kelompok itu menyusul sejumlah anggota Taliban yang membelot ke ISIS karena tidak puas dengan kepemimpinan Mullah Omar.
Seperti diberitakan, video eksekusi berdurasi 8 menit itu mulai diedarkan sejak pekan lalu yang berisi komentar dalam bahasa Arab dan Pashto, bahasa yang paling banyak digunakan warga Afghanistan. (AFP/Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim
-
Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem
-
Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?
-
Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP
-
Perkuat Pengawasan Orang Asing di Bali, Imigrasi Kukuhkan Satgas Patroli Dharma Dewata
-
Jenderal Pakistan ke Teheran, Negosiasi AS dan Iran Berpotensi Berlanjut