Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku, banyak berbicara mengenai sistem parlemen Indonesia saat menerima kunjungan dari perwakilan anggota kongres Amerika Serikat (AS) di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (16/8/2015).
Dihadapan para anggota kongres AS itu, Fahri juga membeberkan prestasi yang telah diraih anggota dewan terkait Undang-undang Otonomi Daerah.
"Kami memang tidak menganut sistem federal, kami sistem negara kesatuan. Tetapi kami telah mengintroduksi otonomi berkali-kali. Mulai otonomi tingkat 2 kabupaten/kota dan sekarang ini dengan adanya Undang-undang nomor 6 tahun 2014 itu ada otonomi tingkat 3 yaitu desa," kata Fahri usai menggelar pertemuan dengan beberapa anggota kongres Amerika di gedung DPR, Jakarta, Minggu (16/8/2015).
Dikatakan Fahri, jika anggota kongres AS itu juga kaget dengan populasi rakyat yang cukup besar, Indonesia bisa menganut sistem negara kesatuan.
"Memang mereka itu federasi. Tadi mereka itu juga kaget. Nanya, kok bisa ya, negara kalian begini besar kok sistemnya ga federal. Bagaimana mengelola perbedaan yang luar biasa itu," katanya.
Menurut politikus PKS ini, ada banyak kesamaan mengenai mengenai sistem parlemen yang diterapkan antara Amerika dan Indonesia. Namun, dia mengaku jika Indonesia masih tertinggal jauh dengan sistem perwakilan rakyat yang dikelola parlemen AS. Apalagi, kata Fahri anggota dewan di AS juga disokong fasilitas pendukung yang sudah maju.
"Kita tau parlemen amerika serikat kongresnya, senatnya itu kuat-kuat. Kenapa mereka kuat, karena sistem pendukungnya kuat. Mereka punya perpustakaan terbesar di dunia. Di sekitar kongresnya itu banyak museum. Orang bisa mengenal memori sejarahnya," katanya.
Meski demikian, kata Fahri, para perwakilan kongres AS mengapresiasi sistem demokrasi yang dijalankan pemerintah Indonesia pada saat era reformasi 1998.
"Tadi mereka kaget, kami 17 tahun yang lalu, waktu memulai reformasi, kami tidak punya staf. Baru kami tambah satu, tambah 2 dan kami tambah 5. Wah mereka bilang itu udah hebat sekali kemajuannya. Dan itu, cara kita membangun demokrasi," katanya.
Untuk bisa mencapai kemajuan yang signifikan, Fahri berharap DPR dengan pemerintah bisa melakukan pertemuan kembali dengan parlemen AS untuk membahas sistem keterwakilan secara mendalam.
"Atas kesaman-kesaman itu, tadi saya challenges mereka, kalo selama ini kan kita pasif, kalau diundang kita datang. Bisa gak kita mulainya itu agak dalem. Diskusi dengan Amerikanya itu agak dalem. Artinya kedua belah pihak. Kalau kita mau ngatur pertemuan segera, ya kita atur segera. Mudah-mudahan kita bisa bekerja sama lebih kuat," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?