Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi mempertanyakan sikap tersangka dugaan suap kepada hakim dan panitera PTUN Medan, Sumatera Utara, O. C. Kaligis, yang minta kasus cepat selesai, tapi sampai sekarang menolak tanda tangan berkas pelimpahan kasus.
"Pak OCK (OC Kaligis) kan juga minta kasusnya cepat ke pengadilan. Nah ini kita pertanyakan lagi gimana, kenapa dia begitu? Terus P21 juga enggak (mau tandatangan), terus maunya apa?,"Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK, Johan Budi S. P., kepada wartawan, Senin (17/8/2015).
Seperti diketahui, KPK telah merampungkan berkas dan melimpahkannya berkas ke tahap penuntutan.
Menurut Johan proses pelimpahan berkas pemeriksaan Kaligis lebih cepat ketimbang tersangka kasus korupsi yang lain.
"Kan semuanya kuat, kan yang lengkap berkasnya OCK, karena itu dilimpahkan lebih dulu ke pengadilan. Berdasarkan bukti-bukti aja," katanya.
Seperti diketahui, KPK menetapkan Kaligsi menjadi tersangka pada 14 Juli 2015.
BACA JUGA:
Ini Foto Terakhir yang Diunggah Pramugari Trigana Air ke Facebook
Dilarang Masuk Monas, Warga: Dimana Merdekanya?
Cucu Morgan Freeman Tewas Dibunuh
Model "Down Syndrome" Ini Akan Ramaikan New York Fashion Week
Kenapa Farhat Bela Pengendara Moge Ugal-ugalan?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah
-
Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
-
Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis
-
Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia
-
AS Siapkan Imbalan Rp172 Miliar Buru Hashim Al-Saraji Tokoh KSS Terduga Penyerang Fasilitas Diplomat
-
KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar