Suara.com - Penggusuran di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2015), dilawan warga yang menolak direlokasi ke rumah susun.
Kendati ditentang keras, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan aparat akan tetap mengeksekusi.
Ketika ditanya apakah Ahok akan menemui warga hari ini untuk negosiasi, Ahok mengatakan, tidak.
"Nggak (ke sana). Kita mau ke sana mau ngapain? Apa yang mau dinegosiasi? Saya sudah negosiasi," kata Ahok di gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan.
Beberapa waktu yang lalu, Ahok mengatakan Pemerintah DKI Jakarta dan warga Kampung Pulo telah mencapai titik temu saat bertemu perwakilan warga RW 1 dan 3 pada Selasa (4/8/2015). Ketika itu, warga didampingi Komunitas Ciliwung Merdeka.
"Saya minta surat kamu nggak ada. Saya sudah terima surat dari (Komunitas Ciliwung Merdeka) segala macem disebut jual beli bangunan di atas lahan negara. Bagaimana cara kita mau ganti rugi? IMB salah aja kita bongkar kok," kata Ahok.
"Makanya saya tawarkan kalauada tanah kalian, saya kasih 1,5 kali (ganti rugi dari harga beli awal), kalau nggak ya tinggal di rusun tujuh turunan bisa tinggal. Nggak bayar sewa, hanya bayar perawatan kok Rp5-10 ribu sehari. Kamu juga nggak perlu ngecat perbaikan pintu pipa, itu semua kami yang kerjainn. 80 persen kami subsidi," Ahok menambahkan.
Mantan Bupati Belitung Timur itu tidak mau lagi mendengarkan alasan warga Kampung Pulo yang kemudian menolak untuk pindah ke rusun Rusunawa Jatinegara Barat.
"Jadi mau gimana lagi. (Ada warga yang) bilang 40 tahun tinggal di sini, ya sudah kamu syukuri lah 40 tahun bisa tinggal di sana tanpa izin. Semuanya nggak ada yang punya surat, kita udah cek," kata Ahok.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan