Suara.com - Polda Metro Jaya akan mengambil alih komando proses pengamanan saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penggusuran. Terlebih apabila ada warga yang menolak di relokasi ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).
"Kita minta polisi yang pimpin (setiap ada relokasi). Kita sudah rapat dengan polda," ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (25/8/2015).
Dalam waktu dekat, kawasan Bukit Duri dan Bidara Cina yang akan digusur. Ini setelah penggusuran di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur untuk normalisasi Sungai ciliwung.
Ahok menjelaskan nantinya akan dikirim intelijen ke kawasan yang akan digusur. Hal itu berguna untuk menghindari bentuk gesekan antara petugas dengan warga seperti yang terjadi di Kampung Pulo belum lama ini.
"Polda akan pimpin, sebelumnya akan masukan intel dulu. Seperti waktu kita bereskan Taman Burung, Pluit. Yang pasti Bidara Cina dan Bukit Duri harus kita bereskan untuk sodetan," tegas Ahok.
Ahok juga memastikan Satpol PP juga tetap akan ikut dalam proses relokasi dan pengamanan saat melakukan penertiban pada warga yang terkena gusur. Maksud Ahok menunjuk polda sebagai komando untuk setiap pemerintah DKI melakukan relokasi adalah agar seluruh aparat dan petugas yang berjaga dapat mendengarkan satu arahan.
"Ini semua tembak, semua maju, arah angin salah tembakkan gas air mata ya kena teman," kata Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko