Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Sutiyoso dilantik sebagai Panglima TNI dan Kepala BIN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/7). [Setpres]
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pernah ditawari uang ratusan miliar oleh eksportir beras asing agar mau merayu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan ketika itu Rachmat Gobel untuk menerima impor beras. Namun, Gatot mengaku menolaknya.
"Ada orang dari negara tetangga menawarkan ke saya, Pak Gatot saya kasih uang Rp500 miliar. Kemudian saya coba bercanda bilang sama Pak Mentan, ada tawaran nih Rp1 triliun agar terima impor. Tetapi Pak Mentan bilang pak saya ini anak petani, jadi saya tidak mau rugikan petani. Jadi kami sama, dan menolak. Begitu juga dengan Pak Rachmat (Rachmat Gobel, mantan Mendag) tetap menolak," kata Gatot saat memberi sambutan dalam acara rapat khusus peningkatan industri perberasan di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2015).
Gatot mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo sedang menggalakkan swasembada pangan. Lalu, Gatot menceritakan pengalamannya ketika masih menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat diajak rapat bersama Menteri Pertanian di tengah hutan.
"Waktu itu Presiden Jokowi datang saat kami rapat, Presiden memerintahkan tiga tahun kita wajib swasembada pangan. Kalau tidak Mentan akan dicopot, dan memerintahkan kepada TNI untuk membantu," katanya.
"Saya tidak mau menteri dicopot, kalau tidak swasembada pangan tiga tahun, Kasad juga dicopot sama Mentan," Gatot menambahkan.
Gatot mengungkapkan selama ini petani hanya dijadikan alat kepentingan oleh sekelompok orang untuk meraup keuntungan.
"Perlu ciptakan swasembada pangan, bahkan kalau perlu revolusi. Pak Soekarno bilang negara-negara lain akan iri dengan Indonesia dan itu sudah mulai," kata Gatot.
"Ada orang dari negara tetangga menawarkan ke saya, Pak Gatot saya kasih uang Rp500 miliar. Kemudian saya coba bercanda bilang sama Pak Mentan, ada tawaran nih Rp1 triliun agar terima impor. Tetapi Pak Mentan bilang pak saya ini anak petani, jadi saya tidak mau rugikan petani. Jadi kami sama, dan menolak. Begitu juga dengan Pak Rachmat (Rachmat Gobel, mantan Mendag) tetap menolak," kata Gatot saat memberi sambutan dalam acara rapat khusus peningkatan industri perberasan di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2015).
Gatot mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo sedang menggalakkan swasembada pangan. Lalu, Gatot menceritakan pengalamannya ketika masih menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat diajak rapat bersama Menteri Pertanian di tengah hutan.
"Waktu itu Presiden Jokowi datang saat kami rapat, Presiden memerintahkan tiga tahun kita wajib swasembada pangan. Kalau tidak Mentan akan dicopot, dan memerintahkan kepada TNI untuk membantu," katanya.
"Saya tidak mau menteri dicopot, kalau tidak swasembada pangan tiga tahun, Kasad juga dicopot sama Mentan," Gatot menambahkan.
Gatot mengungkapkan selama ini petani hanya dijadikan alat kepentingan oleh sekelompok orang untuk meraup keuntungan.
"Perlu ciptakan swasembada pangan, bahkan kalau perlu revolusi. Pak Soekarno bilang negara-negara lain akan iri dengan Indonesia dan itu sudah mulai," kata Gatot.
Komentar
Berita Terkait
-
Panglima TNI: Prajurit Bantu Membangun Puluhan Kios di Tolikara
-
Jenderal Gatot Janji Selesaikan Tugas yang Dirintis Moeldoko
-
Sertijab Panglima TNI, Alutsista dari Tiga Matra Ikut Dipamerkan
-
Konflik Penerbad vs Brimob, PR Besar Panglima TNI Baru
-
Hari Ini, Jenderal Gatot Nurmantyo Dilantik Jadi Panglima TNI
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Detik-detik Motor PCX Tersenggol dan Terlindas Bus TransJakarta di Sudirman
-
Bambang Pamungkas Bela Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026
-
Wisata Kuliner Dunia Sambil Belanja, Tren Baru yang Makin Diminati Masyarakat Serang
-
Bagaimana Cara Mengatasi Bedak yang Terlalu Putih? Akali dengan Produk Ini
-
Review Film Smile: Drama Horor Psikologis dengan Kejutan Maut yang Nyata!
-
Setelan Ganas Honda NSF250RW Tantang Gelombang Panas Eropa, Kans Ramadhipa Rajai Moto3 Magny-Cours
-
The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan
-
Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!
-
Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi
-
6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup