Suara.com - Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon membantah jika anggota dewan hanya sibuk mengurus rencana tujuh proyek pembangunan gedung DPR ketimbang menjalankan fungsi legislasi dalam merampungkan Rancangan Undang-Undang dalam Program Legislasi Nasional tahun 2015.
"Tidak mangkrak, sebelum dalam penyusunan dan pembahasan kita kan memang start-nya agak terlambat karena waktu itu ada perbedaan-perbedaan, jadi prolegnas itu baru ditetapkan awal januari kalau tidak salah, semua dalam pembahasan dan saya kira pada masa sidang ini akan menghasilkan sejumlah UU," kata Fadli di gedung DPR, Jumat (28/8/2015).
Menurutnya belum rampungnya RUU lantaran saat ini setiap anggota di dalam komisi ditugaskan untuk mengurus penyusunan dan pembahasan RUU tersebut. Fadli mengklaim jika proses legislasi di DPR masih berjalan.
"Itu sudah menjadi tugas dari setiap anggota. Nah ini yang kemudian membuat pembahasannya sedikit lebih lama ketimbang dilimpahkan semuanya kepada badan legislasi seperti pada periode lalu, dan memang akan lebih mendalam, dengan harapan bahwa hasil UU akan lebih berkualitas," kata Fadli.
"Jadi tidak ada masalah saya kira, ini berjalan terus. Yang lainnya juga pengawasan kita jalankan. Budgeting kita jalankan. UU kita jalankan. Memang sedang dalam proses," tambahnya.
Menurut Fadli ada sejumlah RUU dalam Prolegnas yang belum diterima ataupun bisa ditolak.
"Misalnya RUU KKR (Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi), RUU KHUP itu dari tahun 60an, jadi ya sesuaikan aja. Ada yang memang kita menjadi prioritaskan dengan cepat seperti JPSK (Jaring Pengaman Sistem Keuangan), kita juga mempercepat kalau terjadi masalah dengan krisis kita," kata dia.
Terlebih Fadli mengaku jika sudah separuh RUU yang sudah dibahas dan dirampungkan. Dia juga mengatakan tidak semua prioritas pembahasan RUU bakal dirampungkan pada tahun ini.
"Saya kira bisa lebih dari separuh dari yang kita targetkan. Mungkin sekitar 20 RUU. Karena kan belum tentu yang lain juga diterima. Tergantung situasi politik," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Ketidakhadiran Andrie Yunus di Sidang Berujung Kritik Hakim: Dinilai Lecehkan Pengadilan
-
Pertamax Naik Tajam, DPR Prediksi Inflasi Nasional Ikut Terdorong
-
Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?
-
Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Pemerintah Mulai Realistis Kurangi Beban APBN
-
Setahun Berjalan, Prof Nuh Soroti Dua Aspek Utama dalam Evaluasi Sekolah Rakyat
-
Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?
-
Mensos Gus Ipul dan Kepala KSP Bahas Perkembangan Program Sekolah Rakyat
-
Dipecat dari TNI, Hakim Sebut Dua Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus Khianati Rakyat
-
Pertamax Naik Rp16.250 per Liter, Driver Ojol Khawatir Pendapatan Makin Tergerus
-
Vonis Banding, Kerry Adrianto Kena Tambahan Uang Pengganti Rp 10,5 Triliun