-
Dinas Rahasia menangkap pengemudi van yang menabrak barikade keamanan di area Gedung Putih.
-
Militer Iran mengancam akan menghancurkan bank milik Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah.
-
Mojtaba Khamenei resmi menjadi pemimpin tertinggi Iran menggantikan mendiang Ayatollah Ali Khamenei.
Suara.com - Gedung Putih, keamanan di jantung pemerintahan Amerika Serikat mendadak mencekam pada Rabu pagi waktu setempat.
Sebuah mobil van dilaporkan menabrak barikade pengaman di area sensitif Gedung Putih yang merupakan tempat paling aman untuk Presiden AS Donald Trump.
Aparat kepolisian segera bergerak cepat untuk mengamankan pengemudi kendaraan misterius tersebut di Washington DC.
Beruntung tidak ada laporan mengenai korban luka dalam insiden yang mengejutkan publik tersebut.
Pihak berwenang saat ini tengah mendalami motif di balik aksi nekat sang pengemudi van.
Lembaga Dinas Rahasia yang bertanggung jawab atas keselamatan presiden kini memimpin proses investigasi lapangan.
Mereka mengonfirmasi bahwa kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut masuk dalam kategori mencurigakan.
"Keamanan Gedung Putih sedang menyelidiki sebuah kendaraan yang mencurigakan. Pengemudi mobil tersebut telah ditahan dan sedang diinterogasi," demikian menurut Dinas Rahasia.
Laporan awal masuk ke meja kepolisian pada pukul 06.37 pagi saat aktivitas kota mulai dimulai.
Baca Juga: Detik-detik Rudal Iran Hantam Israel: 5 Jam Hening, Sirene Berbunyi, Duaarrr!
Van tersebut diketahui menerobos pembatas jalan di titik Connecticut Avenue dan H Street, Northwest.
Lokasi kejadian yang sangat dekat dengan kediaman resmi presiden memicu prosedur keamanan tingkat tinggi.
Akibatnya sejumlah ruas jalan protokol di sekitar kawasan Gedung Putih terpaksa ditutup total sementara.
Mobilitas para pegawai pemerintah yang hendak menuju kantor pusat juga sempat terhenti total akibat blokade.
Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada ancaman lanjutan yang membahayakan stabilitas nasional Amerika Serikat.
Penjagaan di ibu kota memang sedang diperketat menyusul eskalasi konflik militer yang melibatkan pihak asing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!