Kala itu, kata dia, saat anak-anak seusianya sibuk dengan aktivitas lain, dirinya mulai melakoni pekerjaan sebagai tukang jaga anak. Hari demi hari, sedikit demi sedikit, uang yang ia dapat dari pekerjaannya itu, kemudian ia sisihkan sebagai tabungan.
Namun seiring usianya terus bertambah, Nuraini mulai berpindah profesi sebagai tukang cuci. Setelah tsunami melanda Aceh, saat usia Nuraini berkepala dua, ia menjadi menyuci di tiga rumah yang berbeda.
"Setiap hari, dari rumah sana ke rumah sini. Setiap hari itu rutin, mencuci dan menggosok," katanya.
Pun begitu, gajinya tak terlalu banyak. Jika semuanya dikumpulkan, Nuraini hanya mendapat Rp1 juta per bulan. Setiap rumah tempat ia bekerja, memberi upah dengan jumlah yang berbeda. Mulai dari Rp500 ribu, Rp300, dan Rp200 ribu.
"Ya Allah dalam aku mencari rezeki, semoga aku bisa membantu keluarga. Bisa menunaikan ibadah haji. Itu terus dalam hati saya, supaya apa yang saya kerjakan tidak berat," kata Nuraini.
Gaji yang ia dapat dari pekerjaan-pekerjaan itulah yang selama 17 tahun ditabung menjadi ongkos naik haji. Dikatakan dia, selama 10 tahun menabung, tepatnya pada 2008 silam, jumlah simpanan uang yang dimilikinya mencapai Rp20 juta lebih.
Dan dari situlah hatinya tergerak untuk segera mendaftar dan membuka tabungan haji. Nuraini lantas menyetor uang senilai Rp20 juta 500 ribu, yang ia miliki melalui Bank Aceh.
"Kadang saya nabung Rp200 ribu, bisa-bisa bulan berikutnya Rp300 ribu. Tidak ada jadwal rutin, tapi selama keperluan sudah cukup, uang-uang gaji langsung saya sisihkan untuk keperluan haji," jelas Nuraini.
Meski sudah menyetor uang muka untuk pelaksanaan ibadah, Nuraini, tak langsung mendapat panggilan naik haji. Dia masuk dalam waiting list selama kurang lebih tujuh tahun.
"Di situ saya berdoa setiap hari agar selalu dibukakan pintu untuk segera naik haji," katanya.
Lamanya jadwal menunggu ternyata menjadi keberkahan tersendiri bagi Nuraini. Dalam kurun waktu itu, dia terus berusaha mencukupi ongkos naik haji yang masih kurang. Pekerjaan sebagai tukang cuci terus dilakoninya hingga menjelang pemanggilan pelunasan biaya.
"Saya tidak mau memaksa karena saya tau kondisi saya seperti apa. Jadi saya betul-betul berserah diri kepada Allah, memohon agar dibukakan pintu supaya bisa naik haji. Saya menunggu panggilan Allah, karena memang semua yang kita lakuin ini harus ada restu-Nya," kata Nuraini.
Namun di tengah perjalanannya mengumpulkan uang untuk mencukupi ongkos haji, berbagai tantangan datang melanda. Tak jarang Nuraini mendapat perlakuan kasar dari majikannya. Meski tidak fatal, Nuraini sering dimarahi karena dianggap terlalu boros menggunakan detergen.
"Dalam hati saya, ya Allah, inikah cobaan Mu yang harus hamba lalui. Berikanlah saya kekuatan untuk selalu bersabar menghadapi ini jika memang ini ujian dari Mu. Itu selalu saya ucapkan dalam hati," kenangnya sambil menitikan air mata.
Cobaan lain yang lebih menyedihkan datang melandanya disaat ia hendak menyetor pelunasan biaya haji. Jelang hari terakhir itu, Nuraini ditipu oleh salah seorang rekannya yang datang tiba-tiba ke rumah. Rekan Nuraini meminjam uang sebesar Rp3,5 juta.
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing