Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]
Bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah terlihat berada di gedung KPK, Selasa (8/9/2015).
Anak mantan Bupati Tanah Laut yang juga politisi PDI Perjuangan Adriansyah tersebut terburu-buru menghindari wartawan yang hendak mengonfirmasi kehadirannya di gedung KPK. Pasalnya, namanya tak tercantum di jadwal pemeriksaan hari ini.
"Nggak-nggak (bukan bicara soal kasus), cuma jenguk bapak," katanya sambil terus berjalan meninggalkan gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Ketika ditanya soal pemberian surat izin usaha pertambangan batubara untuk pemilik PT. Mitra Maju Sukses, Andrew Hidayat, Bambang tidak mau bicara. Andrew merupakan operator PT. Indoasia Cemerlang dan PT. Dutadharma Utama di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Meskipun didesak, Bambang tetap enggan buka mulut soal surat izin untuk Andrew, orang yang mengurusi dua perusahaan tambang.
Dalam dakwaan terhadap Adriansyah disebutkan jika Bambang mengetahui perihal perizinan yang diminta Andrew kepada Adriansyah.
Adriansyah mendekam di Rutan KPK sejak April 2015 setelah diciduk saat operasi tangkap tangan.
Saat ditanya soal kasus suap perizinan tambang batubara di wilayah administrasi yang dipimpin Bambang, dia tidak mau jawab.
Dia sama sekali tak menggubris pertanyaan wartawan dan terus bergegas meninggalkan gedung KPK.
Seperti diketahui, Adriansyah dan Andrew telah diadili. Andrew sebagai penyuap divonis dua tahun dan denda Rp200 juta subsidair tiga bulan kurungan. Sementara itu, proses hukum terhadap Adriansyah masih berjalan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.
Anak mantan Bupati Tanah Laut yang juga politisi PDI Perjuangan Adriansyah tersebut terburu-buru menghindari wartawan yang hendak mengonfirmasi kehadirannya di gedung KPK. Pasalnya, namanya tak tercantum di jadwal pemeriksaan hari ini.
"Nggak-nggak (bukan bicara soal kasus), cuma jenguk bapak," katanya sambil terus berjalan meninggalkan gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Ketika ditanya soal pemberian surat izin usaha pertambangan batubara untuk pemilik PT. Mitra Maju Sukses, Andrew Hidayat, Bambang tidak mau bicara. Andrew merupakan operator PT. Indoasia Cemerlang dan PT. Dutadharma Utama di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Meskipun didesak, Bambang tetap enggan buka mulut soal surat izin untuk Andrew, orang yang mengurusi dua perusahaan tambang.
Dalam dakwaan terhadap Adriansyah disebutkan jika Bambang mengetahui perihal perizinan yang diminta Andrew kepada Adriansyah.
Adriansyah mendekam di Rutan KPK sejak April 2015 setelah diciduk saat operasi tangkap tangan.
Saat ditanya soal kasus suap perizinan tambang batubara di wilayah administrasi yang dipimpin Bambang, dia tidak mau jawab.
Dia sama sekali tak menggubris pertanyaan wartawan dan terus bergegas meninggalkan gedung KPK.
Seperti diketahui, Adriansyah dan Andrew telah diadili. Andrew sebagai penyuap divonis dua tahun dan denda Rp200 juta subsidair tiga bulan kurungan. Sementara itu, proses hukum terhadap Adriansyah masih berjalan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam