Tersangka pencabul anak, Iwan, sering tinggal di musala Al-Barkah, Jalan Pejuang IV, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. [suara.com/Nikolaus Tolen]
Setelah kasus pencabulan yang dilakukan oleh Syanwani alias Iwan (46) terungkap, sebagian anak kecil di Jalan Pejuang, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, tidak berani main di luar rumah.
Menurut pengamatan Suara.com siang tadi, situasi di depan musala Al-Barkah terlihat sangat sepi. Hanya terlihat ibu-ibu dan pedagang keliling yang ada di lorong pemukiman penduduk.
Sejumlah warga mengatakan kasus pencabulan tersebut membuat anak takut.
Bahkan, kata mereka, ada sebagian anak yang sampai takut pergi ke sekolah.
Iwan kini berurusan dengan polisi. Saat ditemui suara.com, Narti, warga yang tinggal di dekat musala Al-Barkah, bercerita.
Kasus tersebut mulai terungkap pada Selasa (1/9/2015). Ketika itu, seorang ibu melihat Iwan memegang alat kelamin seorang anak lelaki di sekitar musala Al-Barkah pada pukul 16.00 WIB.
Kejadian itu berbuntut panjang. Sampai akhirnya malam harinya Iwan dicokok.
Menurut KPAI, jumlah korban pencabulan diperkirakan mencapai 26 orang.
Menurut pengamatan Suara.com siang tadi, situasi di depan musala Al-Barkah terlihat sangat sepi. Hanya terlihat ibu-ibu dan pedagang keliling yang ada di lorong pemukiman penduduk.
Sejumlah warga mengatakan kasus pencabulan tersebut membuat anak takut.
Bahkan, kata mereka, ada sebagian anak yang sampai takut pergi ke sekolah.
Iwan kini berurusan dengan polisi. Saat ditemui suara.com, Narti, warga yang tinggal di dekat musala Al-Barkah, bercerita.
Kasus tersebut mulai terungkap pada Selasa (1/9/2015). Ketika itu, seorang ibu melihat Iwan memegang alat kelamin seorang anak lelaki di sekitar musala Al-Barkah pada pukul 16.00 WIB.
Kejadian itu berbuntut panjang. Sampai akhirnya malam harinya Iwan dicokok.
Menurut KPAI, jumlah korban pencabulan diperkirakan mencapai 26 orang.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi
-
Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi di Arab Saudi
-
Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara
-
Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia
-
Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis
-
Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata
-
Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk
-
Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman
-
Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Aturan Pendirian Rumah Ibadah Dinilai Gagal Lindungi Minoritas, Prabowo Diminta Cabut