Suara.com - Nasib tragis menimpa Futicha Sirrulhayati Muna (22), wisudawati Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (MIPA UNY). Perempuan kelahiran Magelang, 30 Agustus 1993 yang akrab disapa Ica itu meninggal dunia hanya beberapa jam setelah menyandang gelar sarjana dengan predikat Cum Laude pada tanggal 29 Agustus lalu.
Dosen pembimbing Ica, Evy Yulianti, S.Si, M Sc mengatakan, dirinya pada awalnya tak mengetahui kondisi kesehatan Ica. Pasalnya mahasiswi yang dibimbingnya tersebut masih terlihat sehat hingga acara yudisium yang digelar pada tanggal 10 Juli lalu.
Menurut Evy, berdasarkan cerita dari rekan-rekan Ica, kondisi kesehatan Ica memang tak begitu baik. Mereka mengaku sering melihat Ica mengeluh pusing. Ica juga kerap tidur-tiduran saat melakukan penelitian karena merasa tak enak badan.
"Saya sendiri terakhir bertemu dengan Ica saat yudisium itu, saat itu dia masih terlihat sehat. Tapi ternyata pas saya tanya temannya, Ica kalau di lab katanya sering pusing-pusing dan tiduran," kata Evy.
Evy menambahkan, mahasiswi yang dibimbingnya tersebut ternyata sudah beberapa kali keluar masuk rumah sakit. Saat dirawat pertama kali di sebuah rumah sakit di kawasan Muntilan, Jawa Tengah, Ica didiagnosa mengalami sakit maag.
"Katanya didiagnosa sakit maag, terus sempat pulang tapi ternyata terus panas. Setelah itu katanya dibawa ke rumah sakit lagi dan didiagnosa bronkitis. Terus didiagnosa lagi kena syaraf ke-6 dan penglihatannya mulai terganggu," kata Evy.
Ica, menurut cerita Evy, merupakan mahasiswi yang cerdas. Mahasiswi tersebut berhasil lulus dan menyelesaikan skripsi berjudul "Uji Kemampuan Isolat Bakteri Termofilik Asal Kali Gendol Atas Pasca Erupsi Merapi Dalam Mereduksi Logam Berat Cu (tembaga)" hanya dalam waktu 5 bulan.
Evy menambahkan, dirinya sendiri tak sempat menyapa Ica secara langsung saat Ica menjalani prosesi wisuda. Saat itu, kenang Evy, dirinya hanya melihat Ica didorong naik ke atas panggung dengan kursi rodanya.
"Waktu wisuda itu saya duduknya jauh. Saya hanya melihat sepertinya saat itu Ica sudah nggak sadar, karena waktu itu dia sudah nggak merespon pas diberi ijazah sama pak Dekan. Mungkin karena kecapekan menunggu dari pagi, soalnya Ica baru dipanggil pas siang harinya," ujar Evy.
Evy menambahkan, saat acara wisuda dirinya berusaha mencari Ica namun tidak menemukan Ica sebab ternyata Ica sudah dibawa pulang ke Magelang oleh orang tuanya.
Ica lulus dengan predikat cumlaude dan IPK 3,65. Kesehatan Ica mulai menurun 2 bulan sebelum upacara wisuda digelar. Ica akhirnya meninggal dunia beberapa jam setelah dirinya di wisuda, tepat sehari sebelum hari ulang tahunnya yang ke-22. (Wita Ayodhyaputri)
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Viral Video Menteri Jepang Lari-lari Telat Rapat Kabinet, Lalu Minta Maaf ke Publik
-
Bocoran Intelijen Amerika Serikat: AS Gagal, Rezim Iran Mustahil Tumbang
-
Disebut Blunder Diplomatik, PB Formula Minta Indonesia Keluar dari BoP
-
Chappy Hakim: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Berhenti Jika 3 Pihak Ini Bergerak
-
Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Hambalang, Bahas Pangan, Energi, dan Idulfitri
-
Polda Metro Jaya Gerebek Pesta Narkoba di Bekasi saat Ramadan, 7 Pemuda Ditangkap
-
China, Rusia dan Perancis Hubungi Iran, Minta Gencatan Senjata Secepatnya
-
Bupati Rejang Lebong Kena OTT KPK, Jadi Operasi Tangkap Tangan Kedelapan Tahun 2026
-
Bareskrim Kejar 2 Anak Buah Ko Erwin yang Masuk DPO, Diburu hingga ke Kalimantan
-
Efek Domino Teheran: Akankah Runtuhnya Iran Mengubah Peta Energi Global Selamanya?