Suara.com - Rumania menentang rencana Komisi Eropa menyebar pengungsi di antara negara Uni Eropa (EU) berdasarkan atas jatah wajib, kata Presiden Klaus Iohannis, Kamis (10/9/2015).
"Menurut kami, itu bukan penyelesaian dan tidak pantas berbicara mengenai jatah wajib, yang dihitung atas dasar birokratis sangat ekstrem --saya bisa mengatakannya hampir seperti praktik akuntansi-- tanpa lebih dulu berembuk dengan negara anggota," kata Iohannis kepada wartawan.
"Mereka manusia, bukan objek, yang harus dihitung," katanya.
Kepala Komisi EU Jean-Claude Juncker pada Rabu (9/9/2015) mengungkap rencana untuk mewajibkan kuota yang akan dibagi menyangkut 160.000 pengungsi di EU. Rencana itu dibuat untuk mengurangi tekanan yang dihadapi negara-negara di garis depan, tempat para migran tiba dengan perjalanan darat.
Berdasarkan atas kewajiban itu, Rumania harus menerima 4.646 pengungsi dalam waktu dua tahun. Itu menambah jumlah menjadi 1.785 orang, yang sebelumnya dikatakan negara itu akan diterima berdasarkan proposal, yang disahkan pada Juli.
Uni Eropa yang beranggotakan 28 negara tersebut menjadi terpecah antara timur dan barat terkait krisis migran. Banyak negara anggota yang sebelumnya berada di bawah pemerintahan Komunis di Eropa timur menghadapi kesulitan lebih banyak dalam hal menampung para pengungsi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Cek Syarat Lengkap Promo Buy 1 Get 1 di Sports Station dan Planet Sports di MAPCLUB
-
Presiden Minta Pabrik Gula Wajib Punya Kebun Tebu
-
Kekayaan Dimyati Natakusumah, Wakil Gubernur Banten yang Viral di X
-
Bukan Karena Kedekatan, DPRD Bogor Puji Keberanian Bupati Gelar Seleksi Terbuka Jabatan ASN
-
Terungkap di Sidang, Calon Perangkat Desa Jual Motor hingga Gadai Sertifikat Demi Lolos Seleksi
-
Satpam Positif Sabu Jadi Otak Pencurian 1.700 Ompreng MBG di Ciputat
-
Harga Wuling Aira EV Cuma Rp155 Juta, Meluncur di GIIAS 2026
-
Masalah Indonesia di Luar Perkiraan, Prabowo Ditantang Buktikan Keberanian Sikat Mafia Internal
-
Satpam Otak Pencurian 1.700 Ompreng Program MBG di Ciputat Positif Sabu dan Ekstasi
-
Pelajaran Kepemimpinan Perempuan dari Angela Tanoesoedibjo: Hadir, Mendengar, dan Bertumbuh Bersama