Suara.com - Kelompok pemberontak di Yaman melakukan protes di Sanaa setelah Arab Saudi menolak hak warga Yaman untuk naik haji ke Mekah tahun ini (2015).
Para pemrotes mengenakan kain putih yang dikenakan oleh para jamaah haji dan mengacungkan senapan serbu, mereka berteriak "tidak untuk mempolitisasi haji".
"Haji berikutnya akan dengan senjata!" teriak pemrotes tersebut.
Kerajaan Arab Saudi, seperti diberitakan, mendukung pemerintah pengasingan Yaman melawan pemberontak yang kini menguasai negara itu.
Talal Makki, seorang agen manajer di Sana'a yang menyelenggarakan perjalanan haji ke Arab Saudi mengatakan, bahwa kerajaan sejauh ini menolak jamaah haji dari Yaman masuk ke Mekah karena masalah keamanan dan kami sedang menunggu keputusan kerajaan yang memungkinkan mereka untuk masuk.
Makki mengungkapkan, pihaknya telah menerima aplikasi dari 20 ribu orang yang ingin melakukan ibadah haji.
Ulama di Yaman mengutuk pelaksanaan haji oleh Arab Saudi untuk memperoleh keuntungan politik yang disebut para ulama bertentangan dengan ajaran Islam. [AFP/Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi
-
Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat
-
833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar
-
Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan