Suara.com - Dinas Tata Air Tak Maksimal, Ahok : 'Sama Swasta Kita Bisa Bagi-bagi Duit'
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak puas akan kinerja bawahannya di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Tata Air.
"Memang nggak maksimal. Misal Dinas Tata Air, alat berat saya udah bilang kalau cuma ngeruk-ngeruk waduk kenapa sih nggak kasih 23 jam aja itu alat bekerja. Kenapa hanya 3 jam?" kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta (14/9/2015).
Mantan Bupati Belitung Timur itu mengungkapkan kekesalannya kepada pihak Dinas Tata Air. Ahok sempat memerintahkan agar pengerukan waduk dapat dikerjakan sehari penuh, namun tidak dilaksanakan.
"Alasannya nggak ada operator. Waduh itu kan alasan saja. Masak swasta operator kita nggak bisa dapat? Terus alasannya nggak cukup alat," ujarnya.
Ahok menduga, ada permainan yang kembali dilakukan oleh Dinas Tata Air DKI, agar proses pengerjaan dilakukan oleh pihak swasta.
"Lho kalau nggak cukup operator beli alat sama dong? Lalu ke mana ujung kalimatnya? 'Kita sewa saja sama swasta'. Artinya apa? Kickback. Kalau sama swasta kita bisa bagi-bagi duit," tegas Ahok.
Berita Terkait
-
Ahok Buka Suara Soal Kericuhan di Belitung Timur: Harga Beli Timah Harus Sesuai Pasar
-
Pancasakti Run 2026 Diikuti 5.000 Peserta, Ditargetkan Jadi 8.000 pada 2027
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar