Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi akan memeriksa sejumlah pegawai negeri sipil Pemerintah Daerah Provinsi Riau, Selasa (15/9/2015). Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ahmad Kirjauhari terkait kasus dugaan suap pembahasan RAPBD Perubahan 2014 dan RAPBD 2015 Provinsi Riau.
"Mereka akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka AK," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Anddriati.
Para PNS yang dipanggil KPK yaitu Suwarno (dari Sekretariat Daerah), Said Saqlul Amri (kantor Pemprov dan Asisten II Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah), dan Wan Amir Firdaus.
Mereka diduga tahu banyak korupsi di pemerintah di daerah mereka.
"Mereka akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka AK," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Anddriati.
Para PNS yang dipanggil KPK yaitu Suwarno (dari Sekretariat Daerah), Said Saqlul Amri (kantor Pemprov dan Asisten II Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah), dan Wan Amir Firdaus.
Mereka diduga tahu banyak korupsi di pemerintah di daerah mereka.
Dalam perkara ini, KPK sudah menetapkan mantan Gubernur Riau Annas Maamun menjadi tersangka. Dia diduga sebagai pemberi suap.
Annas diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
Sementara Kirjuhari yang disangka menerima suap melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
Sebelum itu, Annas juga telah ditetapkan menjadi tersangka dugaan suap pengurusan revisi alih fungsi hutan Provinsi Riau di Kementerian Kehutanan. Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah tertangkap tangan oleh petugas KPK pada 25 September 2014.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza
-
Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina
-
Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan
-
Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya
-
Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah
-
Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok