Suara.com - Sambil duduk tertunduk di kursi persidangan, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Riau, Gulat Medali Emas Manurung, membacakan nota pembelaan atau pledoi di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor yang dipimpin hakim Mukhlis.
"Saya tidak pernah minta gubernur Riau agar lahan perkebunan saya masuk revisi SK Gubernur Riau. Lebih aneh lagi saya dituduh menyuap Annas," kata Gulat saat membacakan pledoi.
Gulat yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Riau itu diduga telah memberi suap kepada Gubernur (nonaktif) Riau Annas Maamun terkait revisi SK Gubernur Riau Nomor 673 tentang perubahan lahan kawasan hutan menjadi bukan hutan.
Gulat menyangkal menyuap Annas agar lahan perkebunan Kelapa Sawit miliknya dimasukkan ke dalam revisi SK Gubernur Riau Nomor 673. Dia hanya berusaha membantu Direktur PT Duta Palma Surya Darmadi mencari pinjaman uang untuk diberikan kepada Annas Maamun sebagai uang jaminan agar lahan perkebunan sawit milik PT Duta Palma masuk dalam SK tersebut.
Gulat berpendapat kesaksian Annas Maamun dalam beberapa sidang yang lalu berdasarkan pandangan dirinya sendiri tanpa didukung oleh kesaksian orang lain.
"Saya hanya pernah membicarakan tentang lahan Duta Palma. Tapi Anas Ma'amun dalam kesaksiannya berdiri sendiri. Satu saksi bukanlah saksi. Keterangan saksi yang tidak didukung keterangan saksi lainnya, bukanlah kesaksian. Faktanya selama persidangan, tidak ada satu pun yang dapat memastikan bahwa saya telah meminta tolong terkait lahan saya," kata Gulat.
"Saat Annas minta saya cari pinjaman, saya jengkel karena tidak ingin dikaitkan dengan PT Duta Palma, tapi saya ditelepon berkali-jali. Saya hormat dan akhirnya mencarikan pinjaman," kata Gulat sambil mengelap air mata.
Menanggapi pledoi Gulat, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum KPK Kresna Anto Wibowo mengatakan boleh saja Gulat membela. Tapi, lanjut Kresno, semua keterangan saksi yang dihadirkan persidangan akan menjadi pertimbangan dan penilaian bagi jaksa, khususnya bagi majelis hakim.
"Menurut kami (kesaksian Annas) tidak berdiri sendiri. Kalau dari kami tetap masuk tuntutan. Kami tidak mengajukan replik karena sudah sesuai tuntutan. Kalau ada hal baru yang belum dibahas di tuntutan pasti ada replik unuk membantah," kata Kresna.
Gulat dalam sidang sebelumnya dituntut empat tahun dan enam bulan penjara serta denda Rp150 juta atau subsider enam bulan kurungan. Gulat didakwa JPU KPK karena telah memberikan suap kepada Annas Maamun untuk memasukkan lahan perkebunannya ke dalam revisi SK Gubernur Riau.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung
-
Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah
-
Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi
-
KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor
-
Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya
-
11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel
-
MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia
-
Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?