Suara.com - Sekitar 30.000 orang diperkirakan terlibat dengan kelompok-kelompok yang meminta bayaran ribuan euro dari para pengungsi untuk mengarungi perjalanan berbahaya ke Eropa, kata kepala badan kepolisian Eropa, Rabu (16/9/2015).
Rob Wainwright mengatakan penemuan 71 mayat di belakang sebuah mobil truk di Austria bulan lalu mendorong Europol untuk menjalankan operasi besar-besaran terhadap penyelundupan manusia serta mengindentifikasi para pelaku. Dari situ ditemukan jumlah tersangka --yang jauh lebih besar dibandingkan yang dipikirkan badan itu sebelumnya.
"Insiden tragis di Austria itu merupakan gejala ledakan masalah kejahatan yang sedang kami selidiki sekarang," katanya kepada Reuters. Bob menambahkan, "Ribuan penjahat berbondong-bondong ke posisi ini, yakni pergerakan massal para migran dan pengungsi."
Tahun ini saja, ujarnya, kami telah mengumpulkan informasi terkait sekitar 30.000 tersangka penjahat dan rekanan mereka yang terlibat dalam kasus ini. Itu menunjukkan betapa besarnya kegiatan kejahatan yang sedang berlangsung pada saat ini.
Europol, yang memiliki anggota sekitar 950 orang yang bekerja di luar Den Haag, sedang mengkoordinasikan 1.400 penyelidikan berbeda terkait penyelundupan manusia di seluruh kontinen, kata Wainwright.
Gelombang orang-orang yang mengungsikan diri dari konflik-konflik di Timur Tengah dan Afrika telah membuat Eropa bergelut dengan krisis pengungsi terburuk yang pernah dihadapinya sejak Perang Dunia Kedua dan memberi peluang menguntungkan bagi para penyelundup manusia.
Penemuan mayat-mayat di sebuah truk yang terbengkalai di Austria pada 28 Agustus menyoroti bahaya yang dihadapi oleh mereka yang berusaha mencapai Eropa dari negara-negara tempat para korban berasal, seperti Afghanistan, Suriah dan Irak. (Antara/Reuters)
Tag
Berita Terkait
-
Tinjau Aceh Tamiang, Tito Karnavian Pastikan Penanganan Pengungsi Dipercepat
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Lebaran
-
Mendagri Instruksikan Percepatan Pemindahan Pengungsi Bencana Sumatra ke Hunian Layak
-
Kasatgas Tito: Pengungsi Berkurang Signifikan dan Roda Ekonomi Kembali Berputar
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
Terkini
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan
-
Soal Video Amien Rais yang Singgung Teddy Hilang di YouTube, Ketum Partai Ummat: Tanya Pemerintah
-
Amien Rais Santai Bakal Dipolisikan, Ketum Partai Ummat: Hukum Jangan Jadi Alat Pukul Politik!
-
Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya
-
Siapkan Langkah Hukum, Arus Bawah Prabowo Sebut Pernyataan Amien Rais Fitnah Keji dan Halusinasi
-
Soal Pendidikan di Era Prabowo, DPR: Ada Perubahan Nyata, Tapi Tantangannya Masih Sangat Berat
-
Musim Kemarau Sudah Datang, Tapi Kok Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG
-
Darurat Kekerasan di Daycare, HNW Desak Negara Hadir dan Tindak Tegas Pelaku
-
Tokoh Muda Kalimantan Minta Presiden Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan di Daerah
-
Kabar Duka dari Tanah Suci: Calon Haji Asal Bengkulu Wafat Usai Beribadah di Masjid Nabawi