Suara.com - Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Gerindra Ahmad Riza Patria mengkritisi rencana kenaikan gaji Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang diusulkan oleh anggota PDI Perjuangan.
Setiap orang yang bekerja dan memiliki tanggungjawab, kata Riza, wajar mendapatkan gaji dan tunjangan yang sesuai dengan beban tugas yang diemban.
"Namun, karena kondisi bangsa sedang krisis ekonomi, dolar naik, rupiah melemah, ekonomi turun 4,67 persen, pengangguran tambah 300 ribu orang, PHK 25 ribu orang lebih, penyerapan anggaran baru mencapai 37 persen, dan lain-lain, daya beli lemah, daerah sulit, cari kerja susah, tidak sepantasnya pemerintah menaikkan gaji dan tunjangan pejabat, apakah di eksekutif, legislatif maupun yudikatif, apalagi Presiden dan Wakil Presiden," kata Riza kepada Suara.com, Jumat (18/9/2015).
Riza mengatakan pemimpin negara harus memberi teladan dan harus punya sensitifitas yang tinggi kepada rakyat kecil. Harusnya pemimpin (Presiden) itu, katanya, karena semua kebutuhannya sudah dipenuhi negara, tidak perlu naik gaji.
"Saya kira ini tidak bijak, mau makan saja sekarang rakyat sulit," kata Riza.
Riza membandingkan dengan zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden Yudhoyono yang memimpin Indonesia selama dua periode, 10 tahun, tidak dinaikkan, meski ketika itu kondisi ekonomi baik.
"Kalau falsh back selama sepuluh tahun jaman Presiden SBY, tidak naik," katanya.
Riza mengingatkan menjadi pejabat negara berarti harus siap mengabdi. Kalau mau mendapatkan gaji dan tunjangan yang besar, katanya, lebih baik bekerja di sektor swasta.
BERITA MENARIK LAINNYA:
PDIP Dulu Tolak Gaji SBY Naik, Sekarang Ingin Gaji Jokowi Naik
Masinton: Gaji Presiden Seharusnya Skeitar Rp200 juta
Ahok akan Gratiskan Pekerja Gaji di Bawah UMP Naik Transjakarta
17 Orang Dihukum Cambuk di Aceh, Begini Prosesnya
Tak Kunjung Ceraikan Istri, Alat Vital Digunting Pacar Gelap
Tag
Berita Terkait
-
Said Didu Meradang, Gaji Komisaris BUMN Tembus Rp2 Miliar, Melebihi Presiden!
-
Presiden Korea Baru Lee Jae Myung Dapat Gaji Rp 3,2 Miliar dan Fasilitas Mewah
-
Silaturahmi Lebaran ke Besan, Iriana Tampil Anggun Tenteng Tas Seharga 4 Kali Gaji Presiden Jokowi
-
Gaji Presiden Rp 63 Juta, Dana Kampanye Rp 8 Triliun, Bisa Balik Modal?
-
Diperebutkan Ganjar, Prabowo, hingga Anies, Berapa Gaji dan Tunjangan Presiden?
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas