Suara.com - Lee Jae-myung dipastikan menjadi Presiden Korea Selatan yang baru.
Hal ini diumumkan setelah Komisi Pemilihan Umum Nasional mengonfirmasi kemenangannya dalam pemilihan presiden hari Selasa.
Pemimpin Partai Demokrat tersebut menggantikan penjabat Presiden Lee Ju-ho. Dalam perolehan suara Lee memenangkan 49,42 persen suara.
Sebanyak 17,28 juta suara yang diperolehnya merupakan jumlah tertinggi bagi seorang presiden terpilih sejak pemilihan presiden langsung dilaksanakan pada tahun 1987, meskipun Park Geun-hye pada tahun 2012 masih memegang rekor untuk persentase suara tertinggi yaitu 51,55 persen.
Dalam pemilihannya, beberapa masyarakat dunia penasaran dengan sosoknya. Salah satunya mengenai gaji dan tunjangan yang didapatkan sebagai Presiden Korea Selatan.
Dilansir dari Korea JooAng Daily, Rabu (4/6/2025) penetapan gaji Presiden Korea Selatan berdasarkan hasil keputusan amandemen peraturan kompensasi dan tunjangan pegawai negeri sipil tahun 2025 yang disetujui oleh kementerian pada rapat Kabinet pada tanggal 31 Desember 2024.
Dalam aturan ini, Lee Jae Myung bakal mendapatkan gaji sebesar 262 juta won atau sekitar Rp3,2 miliar.
Adapun, Kementerian Manajemen Personalia Korea Selatan memaparkan sistem gaji pegawai negeri sipil sebagian besar dibagi menjadi sistem golongan dan sistem gaji tahunan.
Presiden, perdana menteri, wakil perdana menteri, ketua Badan Audit dan Inspeksi, menteri, wakil menteri, dan pegawai negeri sipil politik lainnya dengan pangkat yang sama dikenakan gaji tahunan tetap sesuai dengan jabatan mereka.
Baca Juga: Yoon Suk Yeol Lengser, PM Korsel Segera Umumkan Tanggal Pemilu
Tidak hanya gaji, Presiden Korea Selatan juga akan mendapatkan fasilitas hingga tunjangan pensiun.
Lalu, juga mendapatkan mendapatkan berbagai fasilitas seperti kediaman resmi di Cheong Wa Dae (Rumah Biru), kendaraan resmi (pesawat Boeing 747-8i dan SUV Hyundai Nexo yang dimodifikasi), serta sejumlah fasilitas lainnya seperti kantor-kantor regional dan rumah dinas Perdana Menteri
Sementara itu, dalam langkah resmi pertamanya sebagai presiden, Lee berbicara melalui telepon dari kediaman pribadinya dengan Ketua Kepala Staf Gabungan Laksamana Kim Myung-soo pada pukul 8:07 pagi.
Laksamana Kim memberi pengarahan kepada panglima tertinggi yang baru tentang penyerahan wewenang militer, pergerakan militer Korea Utara, dan kesiapan militer Korea Selatan.
"Sangatlah tepat bagi para prajurit di militer untuk menanggapi secara pasif perintah yang tidak adil yang diberikan selama masa darurat militer (yang dideklarasikan oleh Yoon) sebagai bentuk kesetiaan kepada rakyat dan negara, yang mencegah terjadinya kekacauan massal," kata Lee kepada pejabat militer berpangkat tertinggi.
Ia menekankan keyakinannya pada kesetiaan dan kemampuan militer dan meminta militer untuk terus waspada, mengawasi Korea Utara, berdasarkan aliansi militer Korea Selatan-AS.
Berita Terkait
-
Klarifikasi Resmi: Paspampres Bantah Perintah Tembak di Tengah Upaya Penangkapan Presiden Korsel
-
Tuduhan Palsu? Paspampres Korsel Ancam Tuntut Partai Oposisi Atas Klaim Perintah Tembak
-
Pengadilan Seoul Tolak Upaya Presiden Yoon Batalkan Surat Perintah Penahanan
-
3.000 Anggota Polisi dan KPK Korsel Jemput Paksa Presiden Yoon Suk Yeol
-
Yoon Suk Yeol vs Negara: Mantan Presiden Korsel Bersumpah Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik
-
ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS
-
Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban
-
Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham
-
Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK
-
Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout
-
Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana
-
Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?
-
Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG
-
PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara