Komisi III DPR RI menolak tambahan ajuan anggaran dari Kesekjenan DPD RI sebesar Rp 1,6 Triliun. Anggaran itu masuk dalam APBN 2016 untuk pembangunan Gedung di Jakarta.
Selain itu, Komisi III juga menolak anggaran dari Kesejeknan MPR sebesar Rp666 Miliar. Anggaran ini rencananya akan digunakan untuk sosialisasi empat pilar dan penambahan kendaraan dinas MPR.
Hal itu diketahui dalam hasil rapat Komisi III dengan Sekjen DPD dan Sekjen MPR, Senin (21/9/2015). Komisi III sendiri merupakan mitra dengan Kesekjenanan DPD dan MPR ini.
"Komisi III meminta DPD merevisi kembali Rencana Kegiatan dan anggaran 2016 dan tidak menyetujui usulan tambahan sebesar Rp 1,6 triliun," ujar pimpinan Komisi III Benny K Harman membacakan putusan rapat.
Dalam rapat ini, Sekjen DPD Sudarsono menerangkan, anggaran Rp1,6 Triliun ini sudah dibahas dalam rapat paripurna DPD pada Agustus 2015.
Pembangunan gedung baru yang rencananya dibangun di Jakarta itu juga sudah dibahas dalam rapat Badan Urusan Rumah Tangga (BURT). Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) juga sudah dilibatkan dalam proyek ini.
Menurutnya, pembangunan gedung ini penting lantaran DPD belum mempunyai gedung sendiri di Jakarta.
"Seluruh fasilitas (DPD) itu milik MPR. DPD belum memiliki gedung sendiri," kata Sudarsono.
Selain anggaran DPD, Komisi III juga menolak ajuan tambahan anggaran dari Kesekjenan MPR sebesar Rp 666 Miliar. Tambahan anggaran sebesar itu di antaranya akan digunakan untuk sosialisasi 4 pilar dan penambahan kendaraan dinas MPR.
"Komisi III meminta MPR merevisi Rencana Kegiatan dan Anggaran 2016 dan tidak menyetujui usulan tambahan Rp 666.379.438.260,00," ucap Benny.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan