Suara.com - Dewan juri di pengadilan federal Amerika Serikat dikabarkan sedang meninjau sebuah kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan beberapa orang di dekatnya, demikian diberitakan oleh surat kabar New York Times, pada hari Senin (21/9/2015) waktu setempat, mengutip keterangan dari sejumlah sumber yang tak disebutkan namanya.
Penyelidikan tersebut dilakukan sebuah unit di Departemen Kehakiman AS yang mengurusi kasus korupsi internasional. Penyelidikan diarahkan para properti-properti di Amerika Serikat yang dibeli oleh anak tiri Najib dalam beberapa tahun terakhir, juga properti yang memiliki kaitan dengan seorang kenalan keluarga Najib, demikian ditulis oleh surat kabar tersebut.
New York Times juga menulis, Unit Departemen Kehakiman AS itu pun sedang menyelidiki dugaan aliran dana 681 juta Dolar AS ke rekening bank pribadi Najib.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak Najib.
Dugaan aliran dana sebesar 681 juta Dolar AS muncul pada bulan Juli silam dalam sebuah laporan yang dibuat The Wall Street Journal. Saat itu disebutkan bahwa dugaan aliran dana tersebut terungkap oleh penyidik Malaysia yang tengah menyelidiki dugaan korupsi dan salah kelola terhadap dana investasi pemerintah, 1Malaysia Development Bhd (1MDB).
Sejauh ini, Najib dengan tegas membantah mengambil uang yang bukan menjadi haknya itu untuk kepentingan pribadi. 1MDB pun membantah telah mengalirkan dana kepadanya.
New York Times menyebut, penyelidikan yang dilakukan Departemen Kehakiman AS masih pada tahap awal dan mungkin butuh bertahun-tahun untuk memastikan apakah memang benar ada undang-undang federal yang telah dilanggar. Sementara itu, Najib, yang menjadi kepala dewan penasihat 1MDB, menghadapi desakan mundur dari banyak pihak. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
-
Terseret Kasus Pencucian Uang, Istri Mantan Perdana Menteri Malaysia, Rosmah Mansor Bebas
-
Mengeluh Sakit di Penjara, Mantan PM Malaysia Najib Razak Dirawat di RS
-
Giliran Istri Eks PM Najib Razak Jalani Sidang Putusan Kasus Suap Proyek Panel Surya
-
Profil Najib Razak, Eks Perdana Menteri Malaysia Dipenjara 12 Tahun Gegara Korupsi
-
Skandal Korupsi, Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak Dipenjara 12 Tahun
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Beri Kepastian Lahan bagi Masyarakat, Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian