Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyarankan perlunya dilakukan identifikasi sejarah untuk menuntaskan beban masa lalu yang belum selesai.
Hal ini dikatakannya menjawab pertanyaan keinginan Fraksi PDI Perjuangan MPR yang meminta pemerintah menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Sukarno lantaran TAP MPRS XXXIII/1967 dicabut.
"Saya mengusulkan harusnya ada Presiden yang bisa membuka persoalan identifikasi beban masa lalu yang belum kita tuntaskan," ujar Fahri di DPR, Senin (5/10/2015).
Sebab, bukan persoalan Sukarno saja yang perlu disoroti. Menurut Fahri, masih banyak tokoh bangsa yang lain yang punya cerita.
"Kalau begini, nanti akan ada yang mengatasnamakan PKI, Bung Karno, Korban Tanjung Priok, Semanggi, Trisakti, Kudung Ombo, dan banyak ekses masa lalu. Malah bisa sampai ke Jugun Ianfu, jaman Belanda, Jaman Kemerdekaan, jaman Orde Lama dan jaman Orde Baru," ujar dia.
Karenanya, Fahri meminta supaya ada yang bisa menuntaskannya. DPR, kata Fahri, akan mendukung pemerintah menuntaskan beban sejarah, asalkan dilakukan secara komprehensif dan bukan parsial.
"Jadi jangan dicicil satu-satu. Presiden harus ambil inisiatif. Kalau dari DPR kan sulit, karena ada 560 orang," ujar dia.
Berita Terkait
-
Salah Sebut Kelahiran Sukarno, Ridwan: Itu Taktik Jokowi
-
'Tebus' Kesalahan, Jokowi Disarankan Tulis Biografi Bung Karno
-
Jokowi Salah Sebut Kelahiran Sukarno, Apa Kata Wali Kota Solo?
-
Ahok akan Tanya Jokowi Langsung Soal Kelahiran Bung Karno
-
Ini Isi Pidato Jokowi yang Salah Sebut Kelahiran Bung Karno
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
DPR Dukung Perpres Timah Rakyat, Biar PT Timah Bisa Beli 3.000 Ton Hasil Warga
-
Serbaguna! 5 Pelembap Wajah dan Tubuh Ampuh Mengunci Kelembapan Kulit
-
Menhub: Sejumlah Penerbangan di Kalimantan Batal Imbas Asap Karhutla
-
Gedung Bapenda DKI Terbakar Lagi! Ruang Arsip Lantai 11 Hangus, Petugas Masih Siaga Pendinginan
-
Gelombang Panas Laut Makin Sering Terjadi, Apa Dampaknya bagi Ekosistem dan Masyarakat Pesisir?
-
Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia
-
Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi
-
Batas Pengajuan Kompensasi Korban Terorisme Diperpanjang Jadi 10 Tahun
-
Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel
-
Shin Tae-yong Disebut Keras, Hokky Caraka Ungkap Fakta soal Debat Taktik