News / Nasional
Sabtu, 06 Juni 2015 | 13:28 WIB
Presiden Joko Widodo di Jakarta Convention Center, Selasa (21/4/2015). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Sejarawan Peter Kasenda meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera meminta maaf kepada masyarakat, perihal kesalahannya yang menyebut tempat lahir Presiden Soekarno adalah di Blitar.

"Sampai sekarang kan masyarakat menunggu, apakah Presiden Jokowi akan minta maaf mengakui kesalahan beliau. Atau dia tak menyatakan minta maaf, tapi dia langsung melakukan perbuatan yang memberi kesan dia minta maaf atas kesalahannya itu," ungkap Peter kepada wartawan, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2015).

Bentuk permintaan maaf tersebut, menurut penulis buku tentang kehidupan dan pemikiran Soekarno itu, bisa saja melalui sebuah buku. Peter menyarankan kepada Jokowi untuk merilis biografi sang proklamator tersebut.

"Atau bisa (juga) Presiden Jokowi bikin buku kecil untuk menjelaskan riwayat hidup Bung Karno, termasuk mantan Presiden lain serta para tokoh Indonesia. Kan sudah membangun Museum Kepresidenan," tuturnya.

Sebelumnya diketahui, Jokowi sempat menyebut bahwa kota kelahiran Bung Karno adalah Blitar. Kekeliruan itu diucapkan Jokowi saat Peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni lalu, di Blitar, Jawa Timur. Padahal sebenarnya, presiden pertama Indonesia itu dilahirkan di Surabaya.

Anggota Tim Komunikasi Publik Presiden Jokowi, Sukardi Rinakit, belakangan mengaku sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas salah ucap Jokowi ihwal kota kelahiran Bung Karno. Sukardi juga meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya kepada keluarga Bung Karno. Ke depan, Sukardi berjanji akan berhati-hati dalam memberikan informasi, khususnya yang berkaitan dengan perjalanan sejarah bangsa.

Load More