- Kanwil Ditjen Imigrasi Sulsel mengusulkan pembukaan Kantor Imigrasi Kelas III di Toraja Utara kepada pemerintah kabupaten setempat.
- Layanan ini ditujukan untuk mempermudah warga di Toraja Utara, Tana Toraja, dan Enrekang dalam mengurus paspor internasional.
- Pembangunan kantor baru bertujuan mendekatkan akses pelayanan keimigrasian serta meningkatkan pengawasan orang asing di kawasan wisata tersebut.
Suara.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Selatan bakal membuka Kantor Imigrasi Kelas III di Toraja Utara. Usulan ini disampaikan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Toraja Utara.
Pembentukan kantor imigrasi di Toraja Utara bertujuan memudahkan masyarakat pegunungan mengakses pelayanan tanpa harus melakukan perjalanan ke Palopo atau Parepare.
Wakil Bupati Toraja Utara, Andrew Branch Silambi, menyambut usulan tersebut. Sebab, kebutuhan layanan imigrasi di kawasan Toraja cukup besar, terutama untuk pengurusan paspor dan e-paspor masyarakat dari Toraja Utara, Tana Toraja, hingga Enrekang.
“Akan lebih memudahkan lagi membantu masyarakat untuk mengurus, yang sebagian besar e-paspor ya,” kata Andrew saat menerima kunjungan Kanwil Imigrasi Sulsel di Kantor Wakil Bupati Toraja Utara, Rabu (20/5/2025).
Dengan adanya kantor imigrasi di wilayah Toraja, masyarakat tidak perlu lagi ‘turun gunung’ jika membutuhkan pelayanan sehingga dapat lebih menghemat waktu.
“Jadi sehingga mereka tidak perlu lagi turun gunung ya karena di sini merupakan daerah pegunungan, jadi bisa menghemat waktu dan juga bisa dilayani secara maksimal,” ucapnya.
Dengan dibukanya kantor imigrasi di wilayah Toraja Utara, layanan nantinya akan mencakup tiga wilayah, yakni Toraja Utara, Tana Toraja, dan Enrekang.
“Adanya kantor pelayanan ini akan mencakup tiga kabupaten sekaligus yang akan dilayani dan semoga dengan adanya ini, seluruh kabupaten ini bisa terlayani secara full dan tidak ada namanya dibatasi-batasi seperti itu,” jelasnya.
Selama ini, lanjut Andrew, masyarakat Toraja harus menempuh jarak puluhan kilometer dengan medan yang cukup menantang untuk mengurus paspor ke Kantor Imigrasi Palopo atau Parepare.
Baca Juga: Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
Kondisi itu dinilai menyulitkan, terutama bagi warga lanjut usia maupun masyarakat yang mengurus perjalanan ibadah dan wisata luar negeri.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulsel, Friece Sumolang, mengatakan usulan pembentukan kantor baru didasari kebutuhan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau jarak kita melihat jarak dari kantor imigrasi Palopo maupun kantor imigrasi Parepare tentu ini kalau naik seperti yang disampaikan oleh Pak Wakil Bupati tadi bahwa ini naik gunung gitu kan, cukup jauh gitu ya dengan medan yang cukup menantang gitu ya,” jelasnya.
Toraja, lanjut Friece, juga merupakan daerah wisata internasional yang membutuhkan dukungan pelayanan keimigrasian dan pengawasan orang asing.
“Maka kami akan menghadirkan pelayanan keimigrasian di Toraja, baik memberikan pelayanan maupun perlindungan kepada masyarakat, kemudian juga bagaimana kita juga melakukan pengawasan dan penegakan hukum dan menjaga kedaulatan negara,” ujar Friece.
Kanwil Imigrasi Sulsel menargetkan jika usulan tersebut disetujui, maka pembangunan Kantor Imigrasi Kelas III Toraja dapat direalisasikan pada tahun depan.
Jika hal ini terwujud, jumlah unit pelaksana teknis imigrasi di Sulawesi Selatan akan bertambah dari enam menjadi tujuh.
Adapun enam kantor pelaksana teknis yang saat ini telah ada di Sulawesi Selatan yakni Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo, Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bantaeng, Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bone, dan satu Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim).
Berita Terkait
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
WNA Filipina di Palopo Ditahan Imigrasi karena Miliki e-KTP Indonesia
-
Imigrasi Dalami Dugaan Tindak Pidana Keimigrasian 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online Internasional
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Penipuan Investasi Daring di Batam
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV