- Pemerintah memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis tahun 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi kebijakan keuangan negara.
- JPPI mendesak pemerintah agar tidak lagi menggunakan 70 persen anggaran pendidikan untuk membiayai program makan gratis tersebut.
- Dana pendidikan sebaiknya dialokasikan untuk memperbaiki fasilitas sekolah rusak, meningkatkan kesejahteraan guru, serta mengatasi masalah putus sekolah.
Suara.com - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menanggapi keputusan pemerintah memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.
Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, meminta pemerintah sekaligus menghentikan penggunaan dana pendidikan untuk membiayai program tersebut. Menurutnya, sebagian besar sumber pendanaan MBG selama ini berasal dari anggaran pendidikan.
“Jadi alokasi sumber anggaran MBG itu kan ada yang dari pendidikan. Itu jumlahnya 70 persen,” kata Ubaid saat ditemui di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (20/5/2026).
Ubaid menilai pemangkasan anggaran MBG seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengembalikan fokus belanja negara ke sektor pendidikan yang dinilai masih menghadapi banyak persoalan mendasar.
“Kalau mau dipangkas, mau dipotong, ya itu yang dikeluarkan. Jadi anggaran pendidikan gunakan untuk sekolah yang rusak,” ujarnya.
Ia menegaskan masih banyak kebutuhan mendesak di dunia pendidikan yang membutuhkan dukungan anggaran besar, mulai dari perbaikan kesejahteraan guru hingga penanganan anak putus sekolah.
“Gunakan untuk guru yang kesejahteraannya masih buruk. Gunakan untuk anak-anak yang tidak sekolah,” ucapnya.
Ubaid juga mengkritik penggunaan dana pendidikan untuk mendanai program makan gratis. Menurut dia, pemerintah seharusnya mencari sumber pembiayaan lain di luar pos pendidikan.
“Jangan digunakan untuk program makan-makan. MBG pakailah dana yang lain, jangan gunakan dana pendidikan,” tegasnya.
Baca Juga: Biaya Sekolah Naik Gila-gilaan, Orang Tua Dipaksa Putar Otak Siapkan Dana Pendidikan
Sebelumnya, Menteri Keuangan menyampaikan anggaran MBG tahun 2026 dipangkas menjadi Rp268 triliun dari sebelumnya Rp335 triliun. Pemerintah menyebut langkah tersebut dilakukan demi efisiensi tanpa mengurangi tujuan utama program.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Cegah TPO, Kantor Imigrasi Palopo dan Pemkab Toraja Utara Bentuk Desa Binaan
-
Medan Cukup Menantang, Ditjen Imigrasi Usul Buka Kantor di Toraja Utara
-
Menlu Ungkap Kendala Pembebasan 9 WNI di Israel: RI Pakai Jalur Turki, Yordania, dan Lembaga HAM
-
Menlu Sugiono: Penangkapan 9 WNI Misi Gaza oleh Israel Adalah Pelanggaran Kemanusiaan
-
Prabowo Ungkap Pernah Dibantu Megawati saat Masih 'Luntang-Lantung'
-
Duka Mendalam saat Teroris Tembaki Masjid San Diego, Bocah Selamat Ungkap Detik-Detik Mencekam
-
Prabowo ke PDIP: Alangkah Manisnya Kalau Semua Partai di Pemerintah
-
KPK Terbitkan 2 Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko
-
JPPI Sentil Pemerintah: Kasih Anak Makan Gratis Tak Otomatis Ubah Program Pangan Jadi Pendidikan
-
Yakin Rupiah Menguat Usai Pidato Prabowo, Surya Paloh: Selain Optimisme Apalagi yang Kita Punya?