Suara.com - Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPP Partai Keadilan Sejahtera Wirianingsih melayat ke keluarga korban kekerasan anak, Putri Nur Fauziah (9), di Kelurahan Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat.
Anggota DPR periode 2009-2014 tersebut mengatakan partainya mendesak pemerintah menegakkan hukum seadil-adilnya kepada pelaku kekerasan terhadap Putri.
"Saya turut berduka cita atas kejadian yang menimpa putri bapak (Asep). Semoga almarhumah diampuni segala dosanya dan pelaku kekerasan terhadapnya dapat segera ditindaklanjuti oleh penegak hukum," kata Wirianingsih kepada ayahanda almarhumah, Asep Syaefulloh dalam pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (7/10/2015).
Wirianingsih juga memberikan dukungan kepada Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Asrorun Niam Sholeh yang mendampingi keluarga korban.
Wirianingsih mendukung langkah KPAI yang melakukan pendampingan psikis, khususnya bagi ibunda korban.
"Secara medis dan psikis, ibunda terlihat masih terpukul atas kejadian ini. Kehadiran KPAI penting untuk menjaga kesehatan beliau," tutur Pengurus Badan Musyawarah Organisasi Islam yang berpusat di Masjid Istiqlal, Jakarta.
PKS, kata Wirianingsih, siap mendukung langkah KPAI menggerakkan kembali Satuan Tugas Perlindungan Anak mulai dari tingkat RT/RW.
"Harus ada pencanangan kembali gerakan perlindungan anak nasional perlindungan, mulai dari menteri, gubernur, sampai camat. Presiden yang harus instruksikan," kata Wirianingsih.
Dalam kesempatan itu, pemerhati Anak Seto Mulyadi menilai Revolusi Mental yang digaungkan pemerintah harus mampu mengubah semua hal yang melanggar etika dan hukum.
"Termasuk mendirikan satgas untuk melaporkan pengaduan anak. Harus ada lembaga resmi yang fokus kepada anak, tidak bercampur dengan perempuan. Agar persoalan anak tidak melulu menjadi klaim antara ibu dan ayahnya," ujar Kak Seto.
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?