Suara.com - Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam sebuah konferensi pers bersama Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, hari Rabu (7/10/2015), mengatakan bahwa Presiden Prancis Francois Hollande, mengusulkan sebuah ide untuk mempersatukan tentara Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan kelompok pemberontak Free Syrian Army, guna memerangi ISIS.
"Presiden Prancis, Tuan (Francois) Hollande, mengusulkan ide yang menarik, di mana apabila memungkinkan, menurut pendapatnya, mencoba mempersatukan pasukan pemerintahan Presiden Suriah dan pemberontak Free Syrian Army," kata Putin.
Ide yang disapaikan Putin ditolak mentah-mentah oleh seorang komandan pemberontak. Menurut sang komandan, adalah hal yang tak logis untuk menggabungkan pasukan Free Syrian Army (FSA) dengan pemerintah Suriah guna memerangi ISIS. Pasalnya, selama ini, kedua belah pihak saling berseberangan dan berperang, bahkan sebelum ISIS memproklamirkan kekuasaannya atas sebagian wilayah Suriah.
"Sebelum kami memerangi ISIS dengan tentara pemerintah Suriah, pihak yang membawa ISIS ke Suriah - yakni rezim Assad - harus dimintai pertanggung jawaban," kata seorang komandan FSA, Bashar al-Zoubi.
Terkait pernyataan Putin itu, seorang sumber yang dekat dengan Presiden Prancis Francois Hollande, juga angkat bicara. Menurut sumber tersebut, Hollanda tak pernah mengusulkan opsi semacam itu.
"Presiden (Hollande) hanya bicara soal pentingnya kehadiran wakil pemberontak Suriah di meja perundingan, sementara sisanya bukanlah usulan dari Prancis," kata sumber tersebut.
Sementara itu, seperti dilansir Reuters, empat kapal perang Rusia di Laut Kaspia menembakkan 26 roket ke target-target ISIS di Suriah, demikian disampaikan Presiden Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dalam sebuah konferensi pers bersama di televisi, hari Rabu (7/10/2015).
Sebelumnya, Rusia sudah lebih dahulu melancarkan serangan udaranya di Suriah untuk menghancurkan ISIS. Namun, AS dan sekutunya mengklaim, Rusia juga menggempur kelompok pemberontak lain yang melawan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.
Negara-negara Barat, Arab, dan Turki juga melakukan serangan terhadap ISIS. Tetapi, mereka juga menginginkan agar Assad lengser dari tampuk pimpinan Suriah.
Di sisi lain, Rusia menginginkan agar dunia internasional tetap menghormati pemerintahan Assad sebagai pemerintahan Suriah yang sah. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, masih terlalu dini untuk membicarakan hasil akhir dari operasi militer Rusia di Suriah. Putin meminta Menhan Sergei Shoigu untuk memulai kerja sama dengan AS, Turki, Arab Saudi, Iran, dan Irak dalam operasi di Suriah. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Gugur dalam Agresi AS-Israel, Silsilah Ali Khamenei Sebagai 'Sayyid' Keturunan Nabi Jadi Sorotan
-
Dino Patti Djalal Duga Agresi Militer AS ke Iran Upaya Pengalihan Isu Epstein Files
-
Ali Khamenei Gugur, Anwar Abbas Sebut Donald Trump Bandit Terbesar Abad Ini
-
Hamas Berduka atas Gugurnya Ali Khamenei, Kutuk Agresi Militer AS-Israel ke Iran
-
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile
-
Anwar Abbas Dorong Rusia dan China Bersatu Bela Iran Hadapi Agresi AS-Israel
-
Menhub Minta Maskapai Rute Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan Imbas Konflik AS-Israel dan Iran
-
Dubes Iran Sebut Agresi AS-Israel Sebagai Bagian Sejarah Panjang Intervensi Washington
-
Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran