Suara.com - Hujan lebat disertai angin dan petir melanda Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10/2015). Hujan yang berlangsung selama hampir satu jam itu menyebabkan beberapa pohon tumbang dan genteng rumah warga berterbangan.
Menurut petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Djaya Thoha, peristiwa pohon tumbang terjadi di tiga wilayah yakni Kecamatan Bogor Tengah, Kecamatan Bogor Utara dan Kecamatan Bogor Timur, masing-masing satu kejadian.
Hujan angin juga menyebabkan sebuah lampu penerang jalan (PJU) tumbang hingga menimpa sebuah angkot yang sedang melintas di dekat "underpass" Jalan Sholis Iskandar.
"Satu angkot trayek 08 Citeureup-Pasar Anyar dengan nomor polisi F 1987 AJ rusak tertimpa tiang lampu penerang jalan yang tumbang di Jalan Sholis Iskandar, tidak ada korban jiwa," katanya.
Pohon tumbang terjadi di Jalan Jalak Harupat Kecamatan Bogor Tengah. Sebuah pohon juga tumbang di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur yang satu lagi di Kecamatan Bogor Utara tepatnya di Jalan Kresna.
Hujan disertai angin dan petir juga menyebabkan genteng rumah milik warga di Kecamatan Tanah Sareal berterbangan.
"Rumah rusak milik Dani, Muksin, Muslihat dan Sandi beralamat di RT 6/RW 9 Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal," katanya.
Thoha mengatakan, upaya evakuasi pohon tumbang di sejumlah titik telah dilakukan oleh petugas BPBD dan Dinas Kebersihan Pertamanan, begitu juga dengan tiang listrik di Jalan Sholis Iskandar. Kini aktivitas warga sudah kembali normal.
Hujan angin disertai petir melanda Kota Bogor terjadi sekitar pukul 14.55 WIB dan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelumnya awan hitam sudah mengantung sejak pukul 15.00 WIB, sesekali kilatan menyambar.
Hujan turun dengan lebatnya, disertai angin kencang yang membuat suasa Kota Bogor terlihat mencekam. Petir juga menyambar dengan kuat, silih berganti dengan kilatan.
Sejumlah pengendara tidak berani melanjutkan perjalanan ketika hujan disertai angin dan petir melanda, sebagian memilih berhenti di tempat yang aman seperti ruko, rumah kosong dan di depan minimarket.
"Ini hujan badai namanya, setiap awal mau hujan Bogor selalu dilanda hujan begini," kata salah seorang warga di Jalan Semplak.
Setelah satu jam, hujan angin disertai petir berangsur mereda sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah pengendara sepeda motor mulai melanjutkan perjalanan ketika hujan turun secara normal. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?