Suara.com - Kisah tentang mendiang Putri Nur Fauziah alias Eneng (9) seakan tak ada habisnya.
Sepekan sebelum murid kelas dua SD Negeri 05 Kalideres Pagi dibunuh, dia minta kepada ayahnya, Asep Syaefullah (42), agar dibelikan sandal jepit.
Namun, karena ketika itu Asep sedang sibuk, Asep lupa memenuhi permintaan Putri.
"Belum sempat saya belikan, karena saya lupa," kata Asep saat berziarah ke makam Putri, Kamis (8/10/2015).
Putri merupakan anak pasangan Asep dan Ida Farida. Tapi, tiga tahun lalu, Asep dan Ida bercerai.
Asep kepikiran terus dengan permintaan itu yang ternyata merupakan permintaan terakhir anaknya. Sampai akhirnya, dia membeli sandal dan sandal tersebut siang tadi dibawa ke makam Putri.
"Saya belikan sandal nomor 38 buat Putri, soalnya kaki Putri ukurannya segitu," ujarnya.
Putri ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di Jalan Sahabat RT 6/5, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jumat (2/10/2015) sekitar pukul 22.30 WIB. Pembunuhnya diduga seorang paedofil.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti menemukan indikasi kuat Putri mengalami kekerasan seksual berkali-kali sebelum dibunuh.
"Hasil keterangan forensik terindikasi kuat bahwa korban bukan sekali ini menjadi korban pelecehan. Lebih dari sekali," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya. Hal itu berdasarkan dari audit forensik yang dikeluarkan Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri terhadap jenazah Putri.
Dengan adanya temuan tersebut, kata Krishna, kuat dugaan jika pelakunya memang sudah mengenal korban atau dikenal korban.
"Artinya korban dan pelaku saling kenal, bukan orang jauh," katanya.
Krishna menambahkan bukti yang mengindikasikan terjadinya pelecehan seksual berkali-kali didapat dari temuan cairan sperma pelaku yang tertinggal di tubuh korban.
Dia menduga pelakunya memiliki kelainan seksual dengan menyukai anak-anak sebagai lawannya.
"Sudah dikonfirmasi, bahwa di tubuh korban tercecer sperma pelaku. Motifnya paedofilia dan pelaku adalah predator menguasai anak anak di bawah umur," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional